Hilang Terbawa Arus di Sungai Katingan Kalteng, Bocah 6 Tahun Ditemukan Meninggal
Hari Widodo July 22, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KATINGAN – Seorang bocah berusia enam tahun,  Muhammad Said ditemukan meninggal setelah hilang terbawa arus di Sungai Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Bocah warga Jalan Pembangunan, Gang Hatampung, RT 026, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir itu ditemukan meninggal dunia  di Desa Banut Kalanaman, Kecamatan Katingan Hilir, Selasa (21/7/2026).

Kasat Polairud (Kepolisian Perairan dan Udara) Polres Katingan, AKP Suwardi membenarkan peristiwa bocah tenggelam di Sungai Katingan.

Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat korban mandi bersama sejumlah teman di sungai.

Baca juga: Korban Tenggelam di Sungai Martapura Banjar Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Pencarian Ditutup

Saat berenang, korban diketahui menuju bagian sungai yang lebih dalam.

Teman-temannya sempat memperingatkan agar tidak mendekati lokasi tersebut, namun korban terus berenang hingga akhirnya terbawa arus.

"Korban bersama temannya lagi mandi di DAS Katingan. Sewaktu para temannya sedang berenang, korban masih terlihat menuju ke titik air yang dalam dan sudah ditegur oleh para temannya agar jangan menuju ke sana. Tidak berapa lama posisi korban sudah berada di tengah dan terbawa arus Sungai Katingan," katanya saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com, Rabu (22/7/2026).

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 17.00 WIB. Personel Satpolairud Polres Katingan kemudian bergerak menuju lokasi dan bergabung dengan Polsek Katingan Hilir, relawan, serta masyarakat untuk melakukan pencarian.

Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran DAS Katingan mulai sekitar pukul 18.00 WIB.

 Setelah lebih dari dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 20.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia sekitar 500 meter dari titik awal tenggelam.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 500 meter dari TKP korban tenggelam," ujarnya.

Selanjutnya, petugas melakukan pendataan terhadap korban dan para saksi, berkoordinasi dengan tim gabungan, serta melakukan verifikasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Fenomena gusung sendiri merupakan hamparan pasir yang muncul akibat surutnya debit air sungai pada musim kemarau. 

Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi bermain maupun mandi karena menyerupai pantai.

Baca juga: Remaja di Karang Bintang Tanahbumbu Diduga Tenggelam di DAS Batulicin, Warga Sempat Lihat Buaya

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama di lokasi yang tampak dangkal akibat munculnya fenomena gusung. 

Meski terlihat aman untuk bermain, dasar sungai memiliki kedalaman yang tidak merata dan arus yang tetap berpotensi membahayakan, khususnya bagi anak-anak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.