Naik 9,7 Persen, Pengguna Transportasi Umum di Jakarta Tembus 230 Juta Penumpang 
Rr Dewi Kartika H July 22, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum di Jakarta terus meningkat, Pemprov DKI mencatat, jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta hingga triwulan II 2026 atau Juni 2026 mencapai 230,8 juta orang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, angka ini naik 9,7 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Masyarakat yang menggunakan TJ, MRT, LRT mencapai 230,8 juta penumpang pada triwulan kedua ini, jadi sampai dengan bulan Juni ini atau naik sekitar 9,7 persen,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Konektivitas Transportasi Terus Meningkat

Pramono menjelaskan, kenaikan jumlah penumpang tersebut sejalan dengan semakin baiknya konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta.

Menurut dia, tingkat konektivitas layanan transportasi umum kini telah mencapai lebih dari 90 persen sehingga semakin memudahkan masyarakat berpindah moda dalam satu perjalanan.

“Jadi kenaikan yang cukup tinggi dengan konektivitas yang hampir lebih 93 persen yang menggunakan transportasi umum sekarang ini,” ujarnya.

LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat jaringan transportasi publik melalui pengembangan MRT, LRT, Transjakarta, hingga layanan Transjabodetabek.

Pramono mengatakan, jalur LRT Jakarta yang menghubungkan Kelapa Gading hingga Manggarai ditargetkan dapat diresmikan pada Agustus 2026.

“Saya sangat berharap ketika nanti kita resmikan LRT Jakarta rute dari Pegangsaan atau Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, maka kami menargetkan LRT Jakarta harian mencapai sekitar 80.000 penumpang,” tuturnya.

Ia optimistis jumlah pengguna akan terus meningkat setelah jalur baru tersebut beroperasi penuh.

“Ya di awal mungkin 50-60, tapi akan bisa mencapai 80.000 penumpang,” kata Gubernur Pramono.

Menurutnya, peningkatan penggunaan transportasi umum bukan hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta.

“Kami meyakini bahwa ketika mobilitas ini menjadi lebih baik, mudah-mudahan ini menjadi trigger ekonomi di Jakarta juga menjadi semakin baik karena transportasi adalah salah satu penanda untuk bagaimana Jakarta ekonominya tumbuh dengan baik,” ucapnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.