Mendag Budi Santoso Dukung Penguatan Ekspor Ban, Siap Bantu Atasi Hambatan Industri
Titis Jati Permata July 22, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, JAKARTA – Pemerintah berkomitmen memperkuat daya saing industri ban nasional di pasar global. 

Komitmen itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat menerima audiensi manajemen Bridgestone Indonesia untuk membahas strategi peningkatan ekspor sekaligus hambatan yang dihadapi industri.

Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Budi Santoso menegaskan Kementerian Perdagangan siap mendukung perluasan pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional yang telah berlaku maupun yang masih dalam tahap pembahasan.

Kemendag Siap Fasilitasi Ekspor dan Business Matching

Selain memperluas akses pasar, Kemendag juga akan memfasilitasi promosi produk ban nasional melalui kegiatan business matching dengan calon pembeli potensial di berbagai negara.

"Kami ingin terus membangun komunikasi dengan dunia usaha. Jika ada kendala dalam kegiatan ekspor maupun investasi, silakan disampaikan agar dapat dicarikan solusi bersama. Semakin banyak perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia, semakin besar pula peluang pasar bagi produk nasional," ujar Budi Santoso, dikutip SURYA.co.id, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Bridgestone Indonesia Perkuat Rantai Pasok Global Melalui Status Authorized Economic Operator

Menurut dia, pemerintah juga terus menyederhanakan layanan ekspor, salah satunya melalui otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) agar proses ekspor menjadi lebih cepat dan efisien.

Indonesia Miliki 20 Perjanjian Dagang

Budi Santoso menjelaskan, hingga saat ini Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian perdagangan internasional.

Selain itu, terdapat 15 perjanjian yang masih dalam proses ratifikasi dan 11 perjanjian lainnya masih berada pada tahap negosiasi, termasuk Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Ia berharap semakin banyaknya kerja sama perdagangan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk nasional, termasuk industri ban.

Bridgestone Ekspor ke 70 Negara

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekspor industri nasional.

Ia mengatakan, saat ini Bridgestone Indonesia telah mengekspor produknya ke sekitar 70 negara, dengan Australia, Jepang, dan Malaysia menjadi pasar utama.

Namun demikian, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan yang memengaruhi daya saing ekspor.

Soroti Pasokan Karet hingga Aturan Uni Eropa

Mukiat mengungkapkan salah satu kendala utama adalah keterbatasan pasokan karet alam di dalam negeri sehingga sebagian bahan baku masih harus dipenuhi melalui impor.

Selain itu, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib terhadap sejumlah komponen yang belum diproduksi di Indonesia juga menjadi tantangan bagi industri.

Di sisi lain, kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) turut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi ekspor produk ke pasar Uni Eropa.

"Kami berharap penyelesaian IEU-CEPA dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penurunan tarif bea masuk," ujar Mukiat.

Pemerintah Akan Koordinasi Atasi Hambatan Industri

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Budi Santoso memastikan Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membantu mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi Bridgestone Indonesia.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan pelaku industri nasional memperoleh dukungan yang memadai agar mampu meningkatkan ekspor sekaligus memperkuat investasi di sektor manufaktur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.