Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kantor Kemenag Wonogiri mengungkap status Bripka E, oknum anggota Polres Wonogiri sekaligus pendiri Ponpes Santri Manjung yang terjerat kasus asusila.
Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Kemenag Wonogiri, Mursyidi, mengatakan berdasarkan pengecekan administasi ponpes, Bripka E sudah bukan pengasuh sejak beberapa tahun lalu.
"Saya cek ternyata pengasuh yang tertera itu sudah sekian tahun bukan E. Tapi kalau di luar kan dia mengakunya pengasuh," katanya
Mursyidi menjelaskan dalam Education Management Information System (Emis) Kemenag kiai atau pengasuh di ponpes tersebut bukanlah Bripka E.
Dalam data Emis Kemenag, pada tahun 2023 pengasuh di Ponpes Santri Manjung sudah bukan Bripka E.
Secara resmi, ponpes itu berdiri sejak tahun 2019. Namun jauh sebelum itu, sudah ada kegiatan santri di ponpes tersebut.
"Resminya berdiri 2019. Sejak 2019-2022 itu pengasuhnya E, setelah itu sudah ganti," kata dia.
Baca juga: Suasana Ponpes Santri Manjung Wonogiri Sepi di Tengah Kasus Bripka E, Para Santri Bakal Dipindahkan
Selain itu, berdasarkan struktur organisasi yang dilaporkan Ponpes Santri Manjung pada Desember 2025 usai kasus penganiayaan antar santri itu, Bripka E juga tak masuk dalam struktur kepengurusan.
"Kadang-kadang kan pemilik menganggapnya secara tidak tertulis ya pengasuh, konotasinya begitu. Tapi secara adminstratif, bukan pengasuh," katanya.
"Tapi kan pemilik, rumahnya disitu (lingkungan ponpes) kan menganggapnya tetap seperti itu, kiainya," imbuhnya.
Ia menambahkan Kemenag Wonogiri telah mengirimkan surat ke Kemenag pusat terkait kondisi di lapangan, termasuk keinginan warga yang menuntut ponpes itu ditutup.
Meski Bripka E sudah bukan pengasuh seluruh santri Ponpes Santri Manjung telah mengundurkan diri usai pendirinya terjerat kasus asusila.
Baca juga: Kemenag Siapkan Kajian Penutupan Ponpes Santri Manjung Wonogiri, Dipicu Keresahan Masyarakat
Sekretaris Desa (Sekdes) Manjung, Exsanuri, mengatakan per hari ini Rabu (22/7/2026) kondisi ponpes tersebut sudah kosong atau sudah tidak ada santri lagi.
"Sudah kosong, kemarin Selasa (21/7/2026) ada santri yang kesitu mengurus perpindahannya. Mengundurkan diri dari situ. Kosong, tidak ada aktivitas, seluruh santri sudah tidak ada, mengundurkan diri," jelasnya.
Ia menyebut sudah tidak ada santri di ponpes itu, atau dengan kata lain ponpes tersebut kini tidak memiliki santri setelah kasus asusila yang menimpa Bripka E. (*)