Reaksi Menohok Ruben Onsu Usai Sarwendah Pilih Pindah Rumah di Tengah Gugatan Hak Asuh Anak
Christoper Desmawangga July 22, 2026 09:10 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Polemik pasca-perceraian antara artis Sarwendah dan presenter Ruben Onsu kembali memanas setelah Sarwendah memutuskan untuk angkat kaki dari rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, demi mencari ketenangan dan kebahagiaan bersama anak-anaknya.

Hunian tersebut diketahui merupakan aset harta gana-gini yang telah ditempati Sarwendah bersama ketiga anaknya, sang adik, serta ibundanya sejak resmi bercerai pada 24 September 2024 lalu.

Memasuki kurun waktu dua tahun pasca-berpisah, konflik intern keduanya meruncing dari persoalan akses hak asuh anak hingga merembet pada sengketa rumah tinggal.

Baca juga: Ruben Onsu Mengaku Sudah Ganti Nomor, Tak Menerima Pesan Sarwendah tentang Rumah Baru

Setibanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan guna menghadiri agenda sidang mediasi pada Rabu (22/7/2026) pagi, Sarwendah secara singkat mengutarakan alasan mendasar di balik keputusannya memboyong keluarga keluar dari hunian tersebut.

"Saya mau hidup lebih tenang," tutur Sarwendah singkat sembari berlalu melangkahi kerumunan media.

Mendengar respons sang mantan istri, Ruben Onsu melayangkan reaksi menohok saat ditemui di lokasi yang sama.

Presenter kelahiran 15 Agustus 1983 itu menyindir keputusan Sarwendah yang mengatasnamakan ketenangan.

"Antara nyaman sama main aman kan beda tipis ya," ucap Ruben memberikan komentar pedas.

Kendati demikian, saat dicecar pertanyaan mengenai legalitas dan status aset rumah yang masuk dalam kualifikasi harta gana-gini tersebut, Ruben enggan memberikan rincian lebih jauh dan mengarahkan konfirmasi kepada tim kuasa hukumnya, Minola Sebayang.

"Nanti ke Bang Minola aja," terangnya.

3 Alasan Sarwendah Angkat Kaki dari Rumah Mewah Cilandak

Keputusan Sarwendah untuk meninggalkan rumah harta gana-gini tersebut mengejutkan publik lantaran diambil di tengah berjalannya proses gugatan hak asuh anak yang dilayangkan oleh Ruben Onsu.

Ruben melayangkan gugatan hukum lantaran merasa dibatasi dan dipersulit saat hendak menemui buah hatinya pasca-perceraian.

Melalui tim kuasa hukumnya, Abraham Simon, pihak Sarwendah membeberkan bahwa alasan utama perpindahan tersebut didasari oleh situasi rumah yang dinilai sudah tidak lagi memberikan rasa aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak.

"Ini semua demi kepentingan terbaik bagi anak. Jadi kalau di dalam rumah itu sudah tidak ada lagi ketenangan, keamanan, dan kenyamanan bagi anak-anak, klien kami sudah memutuskan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya," ungkap Abraham di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Jadi keluar dari zona yang tidak aman lagi, dan klien kami menyediakan satu rumah yang aman bagi anak-anaknya," tambahnya.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum Sarwendah lainnya, Chris Sam Siwu, membeberkan poin alasan kedua dan ketiga yang memicu tindakan tegas kliennya.

"Dan yang kedua, rumah itu sudah ada surat dari bank juga, bahwa akan ada rencana lelang juga," bebernya.

Lebih detail, Chris membocorkan skema pembagian harta gana-gini yang telah ditandatangani saat proses perceraian berlangsung.

Ia mengungkapkan adanya ketimpangan status hukum pada aset yang diterima oleh kliennya dibanding yang didapatkan oleh Ruben.

"Jadi rumah ini kan bagian dari gana-gini sebenarnya. Klien kami dengan RO (Ruben) pada saat perjalanan cerai kemarin, berjalan itu juga ditandatangani gana-gini. RO mendapatkan dua aset, klien kami mendapatkan dua aset, aset yang didapatkan RO adalah yang clean and clear, tidak ada permasalahan di bank," tuturnya.

"Ternyata yang diberikan kepada klien kami bermasalah, yang nilainya cukup fantastis. Klien kami tidak mau terseret lagi dengan pusaran itu. Klien kami dengan finansial yang sudah mandiri, lebih baik pindah," ujarnya menegaskan.

Baca juga: Betrand Peto Ungkap Kondisi Ruben Onsu usai Gugatan Hak Asuh Anak terhadap Sarwendah

"Untuk mencari apa? Untuk mencari kebahagiaan lah dengan anak-anak," kata Chris.

Puncak perselisihan kedua mantan pasangan suami istri ini sejatinya bermula dari pengakuan Ruben yang merasa dipersulit untuk menemui anak-anaknya, yang kemudian memicu tindakan Ruben menghentikan jatah nafkah bulanan senilai Rp225 juta.

Penghentian sirkulasi keuangan tersebut menyulut amarah Sarwendah di media sosial, hingga Ruben akhirnya memilih menempuh jalur hukum terkait hak asuh anak dengan alasan lingkungan tempat tinggal buah hatinya dinilai sudah tidak aman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.