...Pionir hadir untuk mendobrak stigma pelayanan publik yang selama ini terkesan kaku dan birokratis menjadi lebih humanis menjawab kebutuhan peserta
Jakarta (ANTARA) - BPJS Kesehatan meresmikan layanan Pionir di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram, NTB, untuk menghadirkan lingkungan layanan yang lebih proaktif, modern, humanis, dan fleksibel.
"Pionir hadir untuk mendobrak stigma pelayanan publik yang selama ini terkesan kaku dan birokratis menjadi lebih humanis menjawab kebutuhan peserta. Melalui Pionir, kami juga mentransformasikan pola layanan dari yang sebelumnya terkesan reaktif, menjadi layanan yang lebih proaktif," ujar Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Akmal menjelaskan, filosofi pelayanan Pionir atau Proaktif, Inovatif, Observatif, Nyaman, Integratif, dan Responsif, mendorong petugas untuk lebih proaktif dalam mengenali kebutuhan peserta, menghadirkan solusi yang sesuai, serta memberikan layanan yang nyaman dan mudah diakses.
Selain didukung pemanfaatan teknologi, layanan ini juga mengedepankan kepekaan petugas dalam memberikan pendampingan serta memastikan peserta memperoleh informasi dan layanan yang dibutuhkan secara tepat.
Ia mengatakan jika sebelumnya pelayanan lebih berfokus pada proses administrasi di loket dengan penggunaan antrean kertas, maka melalui konsep Pionir, antrean telah terintegrasi secara digital dan paperless.
Petugas tidak lagi menunggu peserta datang ke loket, melainkan secara proaktif menghampiri peserta untuk memberikan pendampingan sejak awal.
Selain itu, peserta kini dapat tetap duduk dengan nyaman sambil menunggu petugas memberikan layanan, sehingga tidak perlu berpindah-pindah loket atau menunggu giliran secara konvensional.
Interaksi antara petugas dan peserta juga dibuat lebih humanis dan personal.
Dari sisi sarana, ruang layanan dirancang lebih terbuka, nyaman, dan tidak lagi terkesan kaku seperti model layanan sebelumnya.
Transformasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih ramah, mudah diakses, dan berpusat pada kebutuhan peserta.
Akmal menambahkan, implementasi Pionir di Kantor Cabang Mataram telah menunjukkan hasil yang positif.
Salah satunya terlihat dari penurunan waktu tunggu layanan yang sebelumnya rata-rata mencapai 25 menit menjadi sekitar 7 menit.
Ke depan, pengembangan sistem dan alur layanan Pionir hingga penyiapan sarana dan prasarana akan dilakukan secara bertahap dan direncanakan diterapkan di kantor cabang BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh inovasi Pionir yang diusung BPJS Kesehatan.
"Segala sesuatu yang nilainya proteksi terhadap warga NTB harus didukung. Ketika peserta datang ke fasilitas kesehatan, mereka bukan hanya membawa berkas administrasi, tetapi membawa kecemasan dan harapan. Karena itu, bagaimana mereka diperlakukan secara manusiawi menjadi hal yang paling utama," ujar Abul Chair.





