TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Agenda pra musim yang rencananya bakal dilakukan oleh Arema FC dengan mengadakan laga uji coba ke luar negeri akhirnya batal.
Hal tersebut imbas dari diikutsertakannya Arema FC dalam turnamen Piala Presiden 2026, yang akan mulai kick off pada akhir Juli 2026 ini.
Manajemen Arema FC pun blak-blakan, mengenai rencana yang telah disusun saat pra musim tersebut.
Penyusunan rencana ini dilakukan sebagai proses persiapan untuk mengarungi kompetisi Super League 2026-2027.
Baca juga: Jadwal Tampines Rovers vs Arema FC di Piala Presiden 2026, Pertemuan Pertama Kedua Tim
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa sejak jauh hari manajemen sebenarnya telah menyiapkan sejumlah agenda uji coba internasional untuk mengukur kesiapan skuad Singo Edan.
Menurutnya, sebelum pengumuman Piala Presiden 2026, Arema FC telah menyusun rencana menggelar laga persahabatan melawan klub-klub dari Thailand, Filipina, dan Malaysia dengan format kandang dan tandang.
Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah kepastian penyelenggaraan Piala Presiden 2026.
"Kalau Piala Presiden kan sifatnya pra musim. Sebetulnya sebelum ada pengumuman itu kami sudah punya rencana mengadakan laga persahabatan dengan tim dari Thailand, Filipina, dan Malaysia dengan format home away. Tetapi akhirnya batal," kata Yusrinal pada Selasa (21/7/2026).
Tak hanya itu, Arema FC juga sempat menyiapkan opsi lain berupa turnamen trofeo yang melibatkan sejumlah tim.
Akan tetapi, agenda tersebut juga urung terlaksana karena fokus tim dialihkan ke Piala Presiden 2026.
Sebagai tim peraih gelar terbanyak juara Piala Presiden 2026, Singo Edan menjadi peserta dari total delapan tim yang akan berpartisipasi.
"Ide kedua kami sempat ingin membuat trofeo bersama beberapa tim"
"Tetapi setelah ada Piala Presiden, semua rencana itu kami batalkan," ujarnya.
Inal menegaskan, bahwa tim pelatih memang membutuhkan sebanyak mungkin pertandingan pra musim untuk mematangkan komposisi pemain, strategi, hingga chemistry tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Karena itu, Piala Presiden dinilai menjadi wadah yang tepat bagi Arema FC untuk menguji kekuatan tim menghadapi persaingan Super League musim depan.
Meski berstatus sebagai salah satu klub tersukses dalam sejarah Piala Presiden, Arema FC tidak membebani tim dengan target wajib juara.
Menurut Inal, trofi hanya menjadi nilai tambah apabila berhasil diraih.
Fokus utama klub tetap pada pembentukan tim yang kompetitif untuk menghadapi kompetisi panjang.
"Target Piala Presiden sebetulnya bukan target utama,"
"Kalau bisa mengambil trofi lagi tentu menjadi bonus buat kami,"
"Yang paling penting adalah ajang trial atau uji coba untuk menghadapi liga," jelasnya.
Ia menambahkan, secara umum kondisi tim saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
Namun, berbagai evaluasi tetap diperlukan agar Arema FC benar-benar siap saat Super League 2026-2027 bergulir.
"Secara tim kami sudah siap, tetapi memang Piala Presiden bukan target utama kami," tandasnya.
(Rifky Edgar/TribunJatimTimur.com)