Cuma 45 Hari Jabat Kepala BGN Lalu Mundur, Ini Rekam Jejak Menakjubkan Nanik S Deyang
Evan Saputra July 23, 2026 01:03 AM

BANGKAPOS.COM - ​Keputusan Nanik S Deyang mundur dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengejutkan publik.

Meski hanya menjabat selama kurun waktu 45 hari sebelum akhirnya mundur akibat penyakit jantung, mantan jurnalis senior ini mencatatkan rekam jejak mentereng, mulai dari membongkar ratusan dapur bermasalah hingga menyelamatkan uang negara senilai ratusan miliar rupiah.

Nanik dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026 dan resmi mengundurkan diri pada 22 Juli 2026 untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dan ia disampaikan melalui unggahan di akun Facebook miliknya pada Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Sudaryono, Dari Aspri Prabowo Hingga Ditunjuk Kepala BGN

Nanik yang lahir pada 3 Januari 1968, memulai karirnya sebagai wartawan di Tabloib Bangkit. 

Pengalaman puluhan tahun di dunia jurnalistik membuat Nanik dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu nasional.

Kariernya berkembang tak hanya sebagai jurnalis.

Ia turut bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019.

Ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Setelah Prabowo memenangi Pilpres 2024, dan membentuk pemerintahan, Nanik dipercaya menduduki posisi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029.

Pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala BGN, dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil I BP Taskin.

Kemudian pada 8 Juni 2026, ia dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala BGN. Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Selama menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik telah membongkar berbagai masalah dan meletakkan fondasi perbaikan.

Berdasarkan keterangan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, di bawah kepemimpinan Nanik, BGN telah mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi.

Selain itu, Nanik disebut telah mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan, menghentikan sementara ekspansi dapur baru di wilayah yang telah padat, kecuali di kawasan tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Selama menjabat, Nanik juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah disebut kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG pada penerima manfaat yang paling membutuhkan.

Di bawah kepemimpinan Nanik, BGN juga resmi melantik lima pejabat tinggi madya baru pada Selasa (21/7/2026).

Lima pejabat yang dilantik meliputi Sekretaris Utama hingga Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola.

Nanik yang baru menjabat Kepala BGN kurang lebih selama satu setengah bulan ini, memutuskan untuk mundur dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026).

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Kepala BGN Nanik S Deyang menyebut telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Melalui akun Facebook miliknya, ia mengaku langkah tersebut diambil karena alasan kesehatan.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN (luar negeri) untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu ( 22/7) saya berangkat," tulis Nanik, Rabu.

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya," ucapnya.

(Kompas/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.