BANGKAPOS.COM -- Nanik S Deyang menyatakan dirinya mundur sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan.
Namun pengamat sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menilai hal tersebut dinilai tidak sepenuhnya berpengaruh terhadap keputusan Nanik.
Fernando menduga ada keterlibatan Presiden Prabowo Subianto terhadap keputusan mantan Kepala BGN tersebut.
Menurutnya, Prabowo diduga sudah mendapat informasi mengenai perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Terlebih nama Nanik S Deyang sempat disebut oleh salah satu tersangka kasus tersebut, Sony Sonjaya, sebagai satu dari 26 orang yang diduga terlibat dan memiliki peran dalam kasus dugaan korupsi MBG.
Baca juga: Sosok Marsekal TNI Purn Donny Ermawan, Gubernur Pertama Universitas RI Bikinan Prabowo, Gandeng LN
Fernando mengatakan, mundurnya Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena masalah kesehatan bukan alasan utama.
"Saya tidak yakin kalau hanya sekadar alasan kesehatan, mundurnya Bu Nanik ini," kata Fernando dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Rabu (22/7/2026).
"Mungkin saja karena Pak Prabowo mendapatkan informasi-informasi terkait dengan perkembangan penyelidikan kasus korupsi di BGN."
"Jadi, bisa aja ini permintaan Pak Prabowo untuk Bu Nanik mengundurkan diri dari Kepala BGN."
Jika Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Kenapa Nanik Masih Klaim Tetap Awasi BGN?
Lebih lanjut, Fernando menyebut, alasan kesehatan bukan alasan kuat bagi pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala BGN.
Sebab, jika memang mundur karena alasan tersebut, Nanik seharusnya tidak perlu memberikan clue atau petunjuk bahwa dirinya nanti masih diminta Prabowo untuk mengawasi BGN.
Menurut Fernando, menjadi pengawas akan tetap sama repotnya dengan menjabat sebagai Kepala BGN, sehingga bisa saja fokus kesehatan Nanik terganggu.
"Saya menduga ini bukan murni keinginan Bu Nanik sendiri," ujar Fernando.
"Karena apa? Kalau alasan kesehatan, kenapa Bu Nanik masih mencoba menghembuskan informasi terkait dengan beliau akan juga ikut menjadi bagian dari BGN sebagai dewan pengawas? Kepala dewan pengawas?"
"Jadi, kalau murni ingin mengurus kesehatan beliau ke luar negeri, ya saya kira enggak perlu lagi memikirkan terkait dengan ikut cawe-cawe di BGN menjadi Ketua Dewan Pengawas."
"Saya kira kan tetap sama repotnya [dengan Kepala BGN] ketika menjadi Ketua Dewan Pengawas."
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, menegaskan pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) murni karena alasan kesehatan.
Kurnia mengatakan pengunduran diri Nanik tidak terkait karena tekanan atau terseret masalah hukum terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil pemerintah untuk menepis spekulasi liar yang berkembang di masyarakat pasca-mundurnya Nanik dari jabatan tersebut.
"Saya rasa sudah tegas apa yang disampaikan oleh Bu Nanik. Alasannya adalah alasan kesehatan. Itu disebutkan di dalam keterangan secara terang benderang," ujar Kurnia saat memberikan keterangan pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (22/7/2027).
Kurnia juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan empati dan tidak memperpanjang rumor yang tidak mendasar.
Baca juga: Nanik S Deyang Disebut Masuk Pusaran Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Nilai Sudah Seharusnya Mundur
Terlebih, kondisi kesehatan mantan Kepala BGN tersebut memang memerlukan waktu untuk pemulihan.
"Tentu alasan itu harusnya yang pertama kali kita lihat di sana adalah rasa empati dan mendoakan beliau agar segera pulih dari sakit yang beliau derita selama ini. Gitu," tambah Kurnia.
Terkait kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah berjalan, Kurnia memastikan pergantian kepemimpinan ini tidak akan menghambat proses yang ada.
Pemerintah saat ini masih fokus melakukan pembenahan internal kelembagaan secara intensif.
"Tidak ada hambatan, karena proses perbaikan tata kelola itu dilakukan secara intens, serius, berkala oleh BGN. Karena di BGN itu kan tidak hanya satu orang saja, namun banyak orang dan concern tentang perbaikan tata kelola internal BGN dan perbaikan makan bergizi gratis sudah dan sedang dilakukan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyinggung nama Kepala BGN Nanik S Deyang dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sony menyeret nama Nanik dalam daftar 26 orang yang ia ajukan sebagai Justice Collaborator ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Adapun Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional. Pengunduran diri Nanik disampaikan melalui media sosialnya pada hari ini, Rabu, (22/7/2026).
Nanik mengundurkan diri karena masalah kesehatan sehingga harus menjalani pengobatan sakit jantung di luar negeri.
Nanik mengaku Presiden Prabowo telah menyetujui pengunduran dirinya. Namum kata dia Presiden Prabowo memintanya mengawasi program MBG.
"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tulisnya.
Menurut Nanik, Presiden kemungkinan akan membentuk Dewan Pengawas BGN. Ia diminta menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN.
"Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas, di mana saya disuruh menjadi Ketua Dewan Pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," tulis Nanik.
Nanik mengatakan, dirinya akan tetap berjuang dan mendukung Presiden dalam menjalankan program program yang bersentuhan dengan rakyat salah satunya MBG.
“14 tahun ikut beliau, saya tau persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak -anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” pungkasnya.
(Bangkapos.com/Tribunnews.com)