Sambut Muktamar ke-35 NU, Gus Ufik Minta Nahdlatul Ulama Harus Maksimalkan Potensi Pesantren
Januar July 23, 2026 01:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo


TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kecamatan Jombang, pada 27-31 Agustus 2026, pandangan mengenai arah kepemimpinan PBNU periode mendatang mulai mengemuka.

Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, KH M. Zulfikar As'ad atau Gus Ufik, menilai pemimpin PBNU yang akan datang harus mampu membaca kebutuhan nyata warga Nahdliyin. 

Selain memiliki kemampuan merangkul berbagai kalangan di internal organisasi, kepemimpinan NU juga dinilai perlu memberi perhatian lebih pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Beri Arahan Khusus pada Banser, Tetap Netral dan Taat Komando

"Pemimpin NU ke depan harus memahami kebutuhan umat. Saat ini, kebutuhan yang paling mendasar adalah pendidikan dan kesehatan," ucap Gus Ufik, kepada Tribunjatim.com, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, konsep pendidikan yang dikembangkan NU tidak boleh lagi memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum. Kedua bidang tersebut harus berjalan seiring agar mampu mencetak sumber daya manusia yang utuh dan berkualitas.

Ia menegaskan, pesantren sebagai akar lahirnya Nahdlatul Ulama perlu terus diperkuat bersama madrasah, sekolah, hingga perguruan tinggi yang berada di bawah naungan warga Nahdliyin.

"Pesantren merupakan fondasi NU. Karena itu seluruh lembaga pendidikan, mulai dari pesantren, madrasah, sekolah hingga perguruan tinggi, harus terus berkembang dan mendapatkan perhatian yang sama," katanya.

Gus Ufik menilai penguatan pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan masyarakat sekaligus kemajuan bangsa.

Selain pendidikan, Ketua Lembaga Kesehatan (LK) PBNU tersebut juga menyoroti pentingnya pengembangan layanan kesehatan sebagai bagian dari pengabdian NU kepada masyarakat.

Menurutnya, sektor kesehatan merupakan media dakwah yang menyentuh langsung kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.

Ia menyebut NU memiliki potensi besar di bidang kesehatan karena didukung ribuan tenaga profesional, mulai dari dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker hingga tenaga manajemen rumah sakit.

Potensi tersebut juga diperkuat dengan hadirnya berbagai organisasi profesi kesehatan berbasis Nahdlatul Ulama.

"SDM kesehatan yang dimiliki NU sangat besar. Potensi ini harus disinergikan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat," ujarnya.

Sebagai Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU), Gus Ufik menjelaskan pihaknya telah membangun koordinasi dengan berbagai organisasi profesi kesehatan di lingkungan NU.

ARSINU yang menghimpun rumah sakit milik NU dan Muslimat NU di berbagai daerah juga telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan layanan kesehatan.

Ia mencontohkan keterlibatan ARSINU dalam mendukung pelayanan kesehatan pada peringatan Satu Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 2023, serta berbagai agenda nasional NU seperti Musyawarah Nasional, Konferensi Besar, dan kegiatan badan otonom.

Menjelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ufik berharap forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut mampu melahirkan kebijakan yang semakin memperkuat peran NU dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

"Ke depan, khidmah NU di bidang pendidikan dan kesehatan harus semakin diprioritaskan agar manfaat organisasi benar-benar dirasakan oleh umat dan masyarakat luas," pungkasnya.

Ia optimistis jaringan pesantren, lembaga pendidikan, rumah sakit, serta sumber daya manusia yang dimiliki Nahdlatul Ulama, bisa menjadi modal besar untuk memperluas kontribusi organisasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Dan tentunya sekaligus memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang memberi manfaat nyata bagi bangsa. 


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.