TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Dua unit kendaraan roda empat terperosok ke dalam areal persawahan warga usai mengalami kecelakaan lalu lintas.
Insiden di Jalan Trans Sulawesi, Kampung Bila, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Kecelakaan melibatkan satu unit minibus berwarna kuning bernomor polisi DP 1614 DG serta satu unit mobil Jeep putih yang tengah terparkir di pinggir jalan.
Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Pinrang, Ipda Harju, mengonfirmasi, pihak kepolisian sedang olah tempat kejadian perkara, serta penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut.
"Kalau sampai saat ini masih kami selidiki dulu," kata Ipda Harju, saat memberikan keterangan resmi kepada Tribun-Timur.com, Kamis (23/7/2026).
Harju menjelaskan, peristiwa lakalantas tersebut berawal saat mobil jeep putih jenis Suzuki Jimny Katana sedang terparkir tenang di tepi jalan raya.
Suzuki Katana adalah versi 4x2 dari Suzuki Jimny generasi kedua diproduksi di Indonesia dari tahun 1985 hingga 2006.
Dikenal dengan konsumsi BBM yang sangat irit, pajak murah, dan perawatan mudah, mobil ini menjadi pilihan populer untuk kendaraan harian di perkotaan.
Secara tiba-tiba, sebuah Toyota Agya meluncur dari arah selatan menuju ke utara dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Agya adalah mobil berjenis hatchback yang diproduksi oleh Astra Daihatsu Motor dan dipasarkan oleh Toyota.
Mobil ini sangat populer di Indonesia karena desainnya yang lincah, hemat bahan bakar, dan harganya yang terjangkau.
"Menurut informasi dari warga setempat sini bahwa mobil yang Jimny ini sedang parkir," ujar Harju menjelaskan posisi awal kendaraan korban.
Mobil minibus kuning tersebut bergerak lurus dari arah Kota Parepare menuju ke pusat Kota Pinrang sebelum akhirnya kehilangan kendali secara mendadak.
"Yang warna kuning itu datang dari arah Parepare menuju Kota Pinrang," tuturnya mengenai rute perjalanan mobil penabrak.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, minibus kuning tersebut melaju sangat kencang sebelum akhirnya menabrak mobil jeep yang sedang parkir.
"Menurut informasi dari warga yang di tempat kejadiannya itu, memang yang mobil kuning itu dalam keadaan kecepatan tinggi," ungkap Harju di lokasi insiden.
Kerasnya benturan akibat hantaman tersebut membuat kedua kendaraan roda empat itu terpental hingga terperosok masuk ke dalam areal persawahan di sisi jalan.
Mobil minibus kuning berpenumpang itu terlempar ke dalam sawah di sisi kanan jalan raya, sementara mobil jeep putih terperosok ke sawah sisi kiri.
Salah seorang saksi mata, Kamaruddin, menyebutkan bahwa minibus kuning tersebut memang sudah melaju ugal-ugalan sejak melintas di wilayah Kota Parepare.
Kamaruddin mengungkapkan, minibus kuning itu sempat mendahului mobil miliknya yang saat itu dipacu dalam kecepatan sekitar 80 kilometer per jam.
Minibus kuning bernomor polisi DP 1614 DG tersebut diketahui memuat dua pasang muda-mudi saat musibah kecelakaan naas itu terjadi.
Akibat benturan keras tersebut, pengemudi beserta penumpang minibus kuning mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuh mereka akibat benturan.
Seluruh korban luka langsung dievakuasi oleh warga setempat menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Polisi belum bisa menggali keterangan rinci dari pengemudi minibus kuning lantaran kondisi fisik korban yang masih menjalani perawatan medis.
"Kondisi supir ya masih dirawat di rumah sakit," kata Harju memperbarui informasi mengenai kondisi terkini pengemudi mobil penabrak.
Kepolisian hingga saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti guna memastikan penyebab pasti peristiwa kecelakaan.
Laporan wartawan Tribun-Timur.com Pinrang/Moh Faizal Lupphy S.