‘Ada sisi yang lebih keras dalam sepak bola’ - Gavi menegaskan tidak ingin pemain Argentina dihukum setelah keributan usai kemenangan Spanyol di final Piala Dunia
Budi Santoso July 23, 2026 05:53 PM

Bintang Spanyol, Gavi, secara mengejutkan menyerukan agar FIFA bersikap lebih lunak terhadap para pemain Argentina setelah insiden ricuh yang mewarnai akhir laga final Piala Dunia 2026. Meski sempat didorong secara kasar oleh Leandro Paredes dalam keributan pasca pertandingan, gelandang Barcelona tersebut menilai bahwa intensitas semacam itu merupakan bagian alami dari sisi kompetitif sepak bola.

Gavi menyerukan ketenangan setelah kekacauan di New Jersey

Gavi berusaha meredakan ketegangan yang meningkat antara Spanyol dan Argentina setelah laga final Piala Dunia yang panas. Pemain berusia 21 tahun itu menjadi pusat perhatian dalam insiden fisik di New Jersey, ketika ia dihadapkan langsung oleh Paredes dalam keributan besar yang terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Berbicara dalam acara penyambutan di kampung halamannya, Los Palacios y Villafranca, di mana ia mendapat penghormatan bersama Fabian Ruiz dari Paris Saint-Germain, Gavi mengungkapkan pandangannya mengenai kemungkinan sanksi FIFA terhadap pemain Argentina. “Tidak, jujur saja saya tidak berpikir mereka harus diskors,” ujarnya seperti dikutip dari Marca. “Saya tahu itu bukan contoh yang baik untuk anak-anak, tapi sepak bola juga punya sisi yang lebih keras. Mungkin hal yang paling logis adalah mengeluarkan mereka selama pertandingan, tapi seperti yang saya katakan, pada akhirnya semua itu bagian dari sepak bola dan memang seharusnya begitu.”

Paredes jadi sorotan karena tindakan agresif

Kontroversi terutama berpusat pada perilaku gelandang Boca Juniors, Paredes, yang terlihat meninju leher Eric Garcia sebelum menjatuhkan Gavi ke tanah. Insiden tersebut dipicu tak lama setelah peluit akhir, ketika Nahuel Molina memukul Rodri, memunculkan kekacauan yang memaksa pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, turun tangan menenangkan situasi.

Meski hujan kritik datang dari berbagai pihak, gelandang Argentina itu tetap bersikap keras kepala. Dalam pernyataan terbaru di media sosial, Paredes sama sekali tidak menyinggung insiden tersebut dan hanya fokus memuji kerja sama tim serta mengungkapkan kebanggaannya membela negaranya.

Yamal ikut meramaikan perayaan dengan candaan

Sementara Gavi memilih bersikap tenang dalam acara penghargaan di kampung halamannya, rekan setimnya, Lamine Yamal, justru tampak menikmati momen persaingan itu saat parade kemenangan Spanyol di Madrid. Bintang muda tersebut tertangkap kamera tertawa sambil memegang papan buatan penggemar yang membandingkan keributan antara kedua tim dengan pertandingan tinju selebriti. Papan tersebut merujuk pada acara populer “Velada del Año” dan terlihat membuat pemain berusia 19 tahun itu terhibur ketika merayakan gelar juara dunia pertama Spanyol sejak tahun 2010.

Sambutan pahlawan di Los Palacios

Kembali di Los Palacios y Villafranca, sorotan tetap tertuju pada para pahlawan lokal yang berhasil membawa Spanyol menjadi juara dunia. Gavi dan Fabian menerima penghargaan berupa tomat seberat tubuh mereka masing-masing, sebuah tradisi khas daerah tersebut, dengan Gavi mendapatkan 68,5 kilogram dan Fabian 84,5 kilogram. Pemerintah kota juga berencana menamai lapangan sepak bola lokal dengan nama keduanya, serta mendirikan monumen penghargaan bersama bek legendaris Spanyol, Jesus Navas, yang turut hadir dalam acara tersebut. Perayaan ini menjadi pengingat sisi personal para bintang dunia ini di luar panasnya persaingan turnamen internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.