Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (Uncen) Kelompok 19 menggelar Workshop dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Terpadu bagi pengurus Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Mekarsari di Balai Kampung Sabron Sari, Kabupaten Jayapura, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut bertujuan memperkuat tata kelola administrasi, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMKam agar sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMKam sebagai badan hukum.
Dalam kegiatan tersebut, tim KKN FEB Uncen menyerahkan sejumlah instrumen pendukung tata kelola keuangan, di antaranya Draf Standar Operasional Prosedur (SOP) Keuangan Terpadu dan Kartu Inventaris Aset (KIA). Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi pembukuan berbasis Microsoft Excel yang dirancang untuk memudahkan pencatatan transaksi keuangan BUMKam.
Baca juga: Pendapatan Opsen Pajak Jayapura Naik, Tunggakan Rp60 Miliar Masih Jadi Tantangan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Kelompok 19 FEB Uncen, Musa Kris Payokwa, S.Sos., M.M., mengatakan program pendampingan tersebut mengusung semangat "KAMI MEMBUMI", yakni Kolaborasi Kementerian Desa, Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi Menggerakkan dan Mewujudkan BUMKam yang Inklusif.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan tata kelola usaha milik kampung.
"Meskipun pendampingan BUMKam ini merupakan kali pertama bagi FEB Uncen dan dilakukan di tengah keterbatasan waktu serta belum adanya mata kuliah khusus mengenai BUMKam di kampus, mahasiswa berupaya membumikan teori akuntansi, manajemen dan ekonomi menjadi solusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama pendampingan adalah membantu BUMKam Mekarsari melakukan pendataan aset melalui Kartu Inventaris Aset (KIA). Menurutnya, langkah tersebut sangat penting sebagai dasar penyusunan laporan keuangan dan neraca yang akurat.
Baca juga: HAN 2026, Angela Gusbager Gaungkan Stop Kekerasan Anak di Keerom
"BUMKam Mekarsari memiliki beberapa unit usaha aktif, seperti persewaan tenda, penyewaan balai kampung, peternakan ayam, hingga peternakan sapi. Semua aset tersebut harus didata dengan baik agar pengelolaannya lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok 19 KKN Tematik FEB Uncen, Gabriel Vanessa Joan Wanda, mengatakan penyusunan SOP keuangan, KIA, dan sistem pembukuan berbasis Excel disusun berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mahasiswa selama menjalankan KKN di sana.
Ia berharap seluruh perangkat yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pengurus BUMKam dalam menyusun laporan keuangan secara mandiri, tertib dan berkelanjutan.
Workshop tersebut menghadirkan Isma Salihi Ahlia, S.Ak., M.M., Dosen Manajemen Keuangan FEB Uncen, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Isma menjelaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan BUMKam agar setiap transaksi dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat maupun pemerintah kampung.
Baca juga: Kesbangpol Keerom Gelar Pra Diklat Paskibraka 2026, Peserta Masuk Karantina 27 Juli
Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan administrasi dan pembukuan yang baik menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko hukum serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMKam.
"BUMKam harus dikelola secara profesional. Setiap pemasukan, pengeluaran, maupun aset yang dimiliki harus dicatat dengan baik sehingga laporan keuangan menjadi jelas, transparan, dan akuntabel," katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kampung Sabron Sari, Marwan Hasyim, mengapresiasi kepedulian sivitas akademika FEB Uncen yang telah memilih kampungnya sebagai lokasi pengabdian masyarakat.
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan manfaat besar bagi pemerintah kampung maupun pengurus BUMKam Mekarsari dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha desa.
Baca juga: 15 Anak Binaan LPKA Jayapura Dapat Remisi HAN, 1 Orang Langsung Bebas
"Pemerintah Kampung dan pengurus BUMKam Mekarsari sangat terbantu dengan adanya penyerahan SOP dan pelatihan pembukuan berbasis Microsoft Excel ini. Kami berharap sistem ini terus digunakan dan dikembangkan sehingga mampu meningkatkan tata kelola BUMKam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kampung Sabron Sari," ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan pengurus BUMKam Mekarsari, Badan Musyawarah Kampung (BAMUSKAM), Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Para peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga melakukan praktik langsung penggunaan aplikasi pembukuan berbasis Excel dan berdiskusi mengenai pengelolaan aset maupun penyusunan laporan keuangan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis dokumen SOP Keuangan Terpadu dan Kartu Inventaris Aset kepada pengurus BUMKam Mekarsari, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola BUMKam yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.(*)