Syafiq Raif Muzaffar, Siswa SLB Bantul yang Menggetarkan Panggung Seni Nasional
Iwan Al Khasni July 24, 2026 09:14 AM

Tribunjogja.com Bantul -- Di sebuah ruang kelas SLB Islam Qothrunnada, Banguntapan, Bantul, seorang remaja bernama Syafiq Raif Muzaffar (16) duduk tenang, jemarinya menari di atas kanvas putih. 

Dunia sunyi yang ia huni tak pernah membatasi imajinasi. Justru dari kesunyian itu lahir warna-warna yang mengguncang panggung seni nasional.

Raif, siswa tunarungu kelas VIII, berhasil menyabet Juara 1 Nasional FLS2N kategori melukis, mengalahkan peserta dari 38 provinsi. 

Karyanya bertema Semarak Pesta Kesenian Rakyat Yogyakarta di Alun-Alun Utara, menghadirkan penari tunadaksa membawakan Tari Mangastuti, simbol syukur, doa, dan harapan akan keberkahan.

Perjalanan Raif bukan instan. Guru pendampingnya, Khasna Nada, mengenang saat Raif pindah dari Banjarnegara ke Yogyakarta di kelas IV SD.

Saat itu ia hanya suka menggambar Doraemon dan Pokemon. 

Potensi itu perlahan diarahkan, hingga ia berani melangkah ke tingkat nasional.

 Tahun 2024, Raif meraih Juara Harapan 3 kategori gambar ekspresi krayon, lalu naik menjadi Juara Harapan 1.

Namun, saat SMP, aturan lomba berubah.

Raif tak lagi boleh ikut kategori krayon, harus beralih ke kanvas dan cat akrilik.

“Itu pertama kalinya dia pegang kanvas. Tapi teknik warna dari krayon sudah matang, jadi kami coba matangkan di kanvas. Alhamdulillah bisa juara 1,” tutur Nada.

Di asrama SLB Qothrunnada, Raif melatih bakatnya di sela waktu belajar dan salat.

Kadang hanya coretan tipis di kertas, kadang lahir lukisan penuh emosi. “Kalau lagi mood banget, gambarnya bisa bagus sekali,” kata Nada.

Saat menerima penghargaan, Raif hanya berkata singkat, “Saya senang sekali.” Kalimat sederhana itu menyimpan makna besar: bahwa keterbatasan bukan penghalang, melainkan jalan menuju cahaya. (Nei)

• Desa Bahasa Borobudur Kenalkan Metode Belajar Bahasa Inggris yang Menyenangkan di SMA Ihsanul Fikri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.