TRIBUNNEWS.COM – Kepindahan Elliot Anderson ke Manchester City langsung memanaskan rivalitas dengan Manchester United. Dalam wawancara pertamanya sebagai pemain The Citizens, gelandang Timnas Inggris itu melontarkan komentar yang dianggap sebagai sindiran terbuka kepada Setan Merah.
Anderson, yang didatangkan dari Nottingham Forest dengan nilai transfer mencapai 116 juta poundsterling, menegaskan bahwa dirinya sejak awal memang bertekad bergabung dengan Manchester City meski sempat diminati sejumlah klub besar, termasuk Manchester United.
Pernyataan pemain berusia 23 tahun itu pun memicu beragam reaksi dari para penggemar, terutama karena Manchester United sebelumnya dikabarkan menjadikan Anderson sebagai salah satu target utama pada bursa transfer musim panas.
Namun, Setan Merah memilih mundur dari perburuan setelah menilai banderol yang dipasang Nottingham Forest terlalu tinggi.
Anderson Pilih Manchester City Demi Trofi
Dalam wawancara perdananya bersama Manchester City, Anderson mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan masa depannya.
Anderson menyebut ambisi City yang terus bersaing memperebutkan gelar menjadi alasan utama menerima pinangan klub asuhan Pep Guardiola tersebut.
"Saya tidak sabar bermain untuk klub ini. Ini adalah klub yang dibangun untuk memenangkan trofi dan selalu bersaing di level tertinggi. Itu adalah sesuatu yang diinginkan setiap pesepak bola," ujar Anderson, dikutip dari laman City.
Ia juga memuji mentalitas juara yang dimiliki Manchester City.
"Mereka adalah para pemenang dan tidak pernah berhenti berkembang. Itulah tipe tim yang ingin saya bela. Selama 10 hingga 12 tahun terakhir mereka mendominasi, jadi itulah alasan saya ingin bergabung."
Baca juga: Tanggal Penutupan Bursa Transfer Musim Panas 2026, Liga Inggris Tutup Paling Awal
Sindir Manchester United Jelang Derby
Komentar paling menyita perhatian muncul saat Anderson membahas derby Manchester pertama musim ini.
Manchester City dijadwalkan bertandang ke markas Manchester United di Old Trafford pada 13 September, dan Anderson diperkirakan bakal menjalani debutnya di laga penuh gengsi tersebut.
Menjelang duel itu, ia melontarkan pernyataan yang diyakini sebagai sindiran untuk rival sekota City.
"Selama saya mengenal Manchester, City selalu menjadi raja Manchester," kata Anderson.
Ia juga mengaku sudah tidak sabar merasakan atmosfer derby Manchester.
"Itu akan menjadi pertandingan yang luar biasa dan saya tidak sabar untuk menjadi bagian dari pertandingan seperti itu," tambahnya.
Ucapan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan diperkirakan akan membuat Anderson mendapat sambutan kurang bersahabat dari suporter Manchester United saat tampil di Old Trafford nanti.
Dominasi City dalam Satu Dekade Terakhir
Pernyataan Anderson bukan tanpa alasan jika melihat pencapaian kedua klub dalam satu dekade terakhir.
Manchester City menjelma sebagai kekuatan dominan di sepak bola Inggris dengan meraih enam gelar Liga Inggris dalam kurun 10 tahun terakhir.
The Citizens juga berhasil menjuarai Liga Champions 2022/2023, melengkapi era kejayaan mereka di bawah Pep Guardiola.
Sebaliknya, Manchester United belum mampu kembali menjadi penantang utama gelar Liga Inggris.
Dalam periode yang sama, trofi terbesar yang diraih Setan Merah antara lain Liga Europa 2016/2017, Piala FA, Community Shield, dan Carabao Cup.
Meski demikian, jika melihat rekor pertemuan terbaru, persaingan kedua tim masih berlangsung cukup ketat.
Dalam lima pertemuan terakhir di semua kompetisi, Manchester United meraih dua kemenangan, Manchester City juga mencatat dua kemenangan, sementara satu pertandingan lainnya berakhir imbang.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa meski City lebih dominan dalam perolehan trofi, Derby Manchester tetap menjadi laga yang sulit diprediksi.
Kehadiran Elliot Anderson dengan status rekrutan termahal musim panas pun dipastikan akan menambah bumbu panas pada pertemuan kedua rival sekota tersebut.
Statistik Anderson
Anderson dinilai sangat cocok dengan gaya permainan berbasis penguasaan bola yang menjadi ciri khas Manchester City.
Statistiknya di Liga Inggris 2025/2026 pun mendukung anggapan tersebut. Ia menjadi pemain dengan sentuhan terbanyak di Premier League dengan 3.300 sentuhan sepanjang musim.
Tak hanya itu, Anderson juga memimpin sejumlah statistik penting, seperti duel yang dimenangkan (298), penguasaan bola yang berhasil direbut (306), serta pelanggaran yang diperoleh (80).
Kemampuannya dalam mendistribusikan bola juga menjadi nilai lebih. Di antara para gelandang tengah, Anderson mencatatkan umpan sukses terbanyak (2.038) sekaligus menjadi pemain dengan umpan progresif terbanyak (376) di Liga Inggris.
Saat masih membela Nottingham Forest, Anderson juga tampil sebagai motor kreativitas tim dengan menciptakan 54 peluang dan sembilan peluang emas, jumlah terbanyak dibanding pemain Forest lainnya.
(Tribunnews.com/Ali)