Lagi, Jemaah Gagal Umrah, Taufik Ganesha: Jangan Kelola Perjalanan Umrah Hanya sebagai Bisnis
Kemal Setia Permana July 24, 2026 04:38 PM

TRIBUNJABAR.ID -  Kasus gagalnya keberangkatan ribuan calon jemaah umrah oleh salah satu travel ternama kembali menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan ibadah umrah bukan sekadar persoalan harga paket dan fasilitas perjalanan. Ribuan jemaah harus menelan pil pahit lantaran impian mereka untuk menjadi tamu Allah tertunda dengan dugaan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

Founder MoslemTour.com, Taufik Ganesha yang telah lebih dari 15 tahun membantu travel umrah dalam pengurusan Land Arrangement (LA) di Arab Saudi mengaku prihatin atas kasus yang kembali terulang. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi, baik dari pihak travel maupun jemaah.

“Selama 15 tahun bekerjasama dengan travel umrah, tentu prihatin mendengar ada lagi jemaah yang gagal berangkat. Bisa jadi karena miss-management dalam pengelolaan travel atau terpancing isu harga paket yang tidak wajar. Kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja, tidak hanya dari sisi travel, tetapi juga dari sisi jemaah,” ungkap Taufik.

Baca juga: Akhirnya yang Dinanti Rilis, Cek On Cloudmonster 3 di Blibli Sebelum Kehabisan

Taufik menilai, tingginya keinginan masyarakat untuk berangkat umrah harus dibarengi dengan edukasi dan kehati-hatian dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah. Menurut Taufik, salah satu persoalan mendasar dalam kegiatan perjalanan umrah adalah cara pandang yang masih menganggap kegiatan biro perjalanan wisata umrah semata-mata sebagai bisnis. Padahal, penyelenggaraan umrah merupakan amanah besar untuk mengantarkan tamu Allah menuju Tanah Suci.

“Kalau para biro perjalanan wisata umrah mengangap ini bisnis, maka ini wilayah rawan atau abu-abu. Karena kalau bisnis, sudah pasti ada untung dan rugi. Sebaiknya kita mendahulukan kata pengelolaan, bukan bisnis. Artinya ada tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Allah, bukan hanya kepada jemaah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kasus serupa sebenarnya dapat diminimalkan apabila penyelenggara umrah mengedepankan amanah, profesionalisme, dan tata kelola yang baik dalam menjalankan usahanya.

Di sisi lain, Taufik juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam memilih paket umrah dan tidak mudah tergiur dengan penawaran harga yang jauh di bawah kewajaran.

“Perlu ada edukasi kepada jemaah agar menerima sesuatu dengan wajar. Kewajaran ini bisa dilihat dari panduan harga yang ditetapkan pemerintah. Kalau ada travel yang memberikan harga jauh di bawah itu, calon jemaah harus bertanya-tanya, kenapa bisa murah?” ujarnya.

Menurutnya, calon jemaah perlu mencari tahu legalitas, rekam jejak, hingga transparansi fasilitas yang ditawarkan sebelum memutuskan mendaftar ke travel umrah. Apalagi, jelas Taufik, penyelenggara umrah kini berlomba promosi di media sosial, yang kadang menampilkan flexing pemilik travel. “Tentu karena niat umrah adalah ibadah, maka carilah informasi di media sosial yang kontennya fokus dalam dakwah dan ibadah, sebagai indikator travel itu amanah,” imbuhnya.

Taufik juga memahami bahwa tantangan penyelenggara umrah saat ini tidaklah mudah, mulai dari dampak pandemi Covid-19, situasi perang di selat Hormuz hingga melemahnya nilai tukar rupiah. Meski demikian, ia mengingatkan agar para penyelenggara tetap menjadikan ibadah dan dakwah sebagai orientasi utama.

Baca juga: Persiapan Haji 2027 Dimulai, Calon Jemaah Jabar Diminta Segera Verifikasi Keberangkatan

“Saat ini membawa jemaah ke Tanah Suci itu tidak mudah. Namun jangan khawatir, karena yang kita lakukan adalah memberangkatkan jemaah untuk beribadah. Kita harus banyak berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan dan terus menjalin kolaborasi dengan sesama penyelenggara umrah,” tuturnya.

Ia berharap kasus gagal berangkatnya jemaah tidak lagi terulang di masa mendatang. Sebab, yang dikelola dalam penyelenggaraan umrah bukan hanya tiket pesawat atau akomodasi, melainkan amanah dan kepercayaan umat untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci.**

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.