Puluhan Tahun Tak Tersentuh Bantuan, Bangunan SDN 2 Tugu Indramayu Tiba-tiba Ambruk
Ichsan July 24, 2026 04:38 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID INDRAMAYU - Bangunan SDN 2 Tugu di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, ambruk, pada Kamis (23/7/2026) sore.

Bangunan yang ambruk tersebut merupakan ruang guru, dan secara kebetulan lokasinya berada di satu kompleks dengan ruang kelas lima serta enam SDN 2 Tugu.

Karenanya, pada Jumat (24/7/2026) dua ruang kelas itu tampak dikosongkan, dan para murid pun dipindahkan untuk mengikuti pembelajaran di gedung TK yang berada di belakang SDN 2 tugu.

Pantauan Tribunjabar.id, puing-puing atap dari ruang guru yang runtuh terlihat berserakan, bahkan hampir separuh dinding dari bangunan SDN 2 Tugu tersebut ikut roboh.

Tumpukan kayu yang menyusun rangka atap dan pecahan material dinding yang roboh tampak bercampur hingga menutupi hampir seluruh bagian ruang guru SDN 2 Tugu tersebut.

Adapun kondisi ruang kelas lima dan enam yang berada dalam satu deretan dengan ruang guru SDN 2 Tugu yang ambruk itu juga terlihat tidak kalah memprihatinkan.

Sejumlah retakan tampak jelas di bagian dinding kedua ruangan tersebut, bahkan lantainya pun mengelupas, dan deretan jendelanya tak lagi memiliki kaca akibat sudah pecah.

Guru SDN 2 Tugu, Arif Budiman, mengatakan, ambruknya bangunan SDN 2 Tugu itu tidak terlepas dari kondisi rangka kayu di bagian atapnya yang sudah lapuk dimakan usia.

Sebab, menurut dia, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejak dibangun pada 1976, SDN 2 Tugu yang merupakan sekolah inpres tersebut hingga kini belum tersentuh bantuan. 

"Ini kejadian ambruknya juga tiba-tiba, meski enggak ada angin maupun hujan, karena kondisi rangka kayu di bagian atapnya sudah lapuk," kata Arif Budiman saat ditemui di SDN 2 Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jumat (24/7/2026).

Pihaknya memastikan, tidak ada korban dalam peristiwa ambruknya ruang guru di SDN 2 Tugu, karena terjadi pada Kamis kira-kira pukul 16.10 WIB, sehingga murid maupun guru sudah pulang.

Ia mengatakan, tidak adanya kepala sekolah definitif di SDN 2 Tugu juga menjadi kendala tersendiri dalam proses pengajuan bantuan perbaikan sekolah kepada pemerintah.

Pasalnya, sejak 2022 SDN 2 Tugu hanya dijabat pelaksana tugas (plt) kepala sekolah yang berganti setiap tiga bulan, sehingga turut menghambat permohonan bantuan rehabilitasi bangunan.

"Saat ini, para guru pun menggunakan ruang perpustakaan SDN 2 Tugu, karena kemari atap ruang guru ambruk, sehingga sama sekali tak bisa ditempati," ujar Arif Budiman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.