TRIBUNNEWS.COM - Turnamen Piala AFF 2026 bakal menjadi panggung bagi Timnas Timor Leste untuk menghapus label kurcaci yang selama ini melekat kepada tim ini.
Setidaknya ada satu misi besar yang bakal diusung negara ini saat bertarung di Piala AFF 2026.
Dan misi besar tersebut yakni perjuangan Timor Leste untuk meraih kemenangan pertamanya saat berkompetisi di Piala AFF.
Dalam sejarahnya, Timor Leste diketahui mulai ikut meramaikan turnamen sepak bola putra di Piala AFF, sejak tahun 2004.
Sejak partisipasi perdananya di tahun tersebut, jalan terjal harus dilewati Timor Leste yang memang tidak punya latar belakang kuat dalam hal sepak bola.
Timor Leste bahkan beberapa kali tidak mampu lolos ke putaran final Piala AFF, lantaran harus tersingkir terlebih dahulu di babak kualifikasi.
Momen kegagalan Timor Leste lolos dari kualifikasi Piala AFF itu mayoritas terjadi pada edisi 2007 s/d 2016.
Namun, setelah kegagalan demi kegagalan tersebut, Timor Leste seakan telah belajar dan mulai rutin menjadi langganan peserta turnamen.
Baca juga: Jordi Amat Ungkap Target Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Optimistis Pecah Telur
Terbaru, Timor Leste telah mendapatkan jaminan bakal menjadi peserta Piala AFF 2026 dengan menempati Grup A.
Di grup tersebut, Timor Leste akan bersaing sengit dengan Timnas Indonesia, Kamboja dan Vietnam untuk meraih prestasi terbaiknya.
Jelas bukan perkara mudah bagi Timor Leste untuk bisa melewati hadangan babak penyisihan grup, untuk sekedar lolos ke semifinal turnamen.
Hal ini mengingat kekuatan tim lawan yang bakal menjadi lawan bagi Timor Leste di Grup A, terlihat lebih dominan dan kuat.
Contohnya Timnas Indonesia yang punya potensi menjanjikan, sekalipun masih berjuang untuk meraih gelar pertamanya di Piala AFF.
Sementara itu, Vietnam selaku juara bertahan dalam dua edisi beruntun, jelas menjadi kekuatan yang sudah jelas diunggulkan.
Lalu, Kamboja juga tidak diremehkan, karena performa sepak bola negara ini terlihat sedang berkembang ke arah yang positif.
Alhasil, untuk sekedar bisa lolos ke babak fase gugur alias semifinal turnamen, bakal menjadi tantangan yang sulit bagi Timor Leste.
Terlepas dari seberapa sulitnya Timor Leste untuk bisa lolos ke semifinal Piala AFF 2026, sejatinya ada satu hal besar lain yang perlu diwujudkan tim ini sebelum berpikir soal fase gugur turnamen.
Dan hal besar yang dimaksud ialah tantangan Timor Leste untuk meraih kemenangan pertamanya di gelaran Piala AFF.
Dilansir instagram @seasiagoal, Timor Leste tercatat sudah bermain sebanyak 16 kali di sepanjang partisipasi mereka dalam ajang Piala AFF.
Apesnya, hampir semua laga yang dimainkan Timor Leste tersebut berujung dengan hasil tragis alias kekalahan.
Ya, kekalahan demi kekalahan terus diderita Timor Leste setiap kali bermain di babak utama Piala AFF, entah siapapun lawannya.
Catatan 16 kekalahan dari 16 laga di Piala AFF, jelas menjadi cerminan betapa strugllenya Timor Leste ketika berjuang meraih hasil positif di turnamen ini.
Tak ayal, kegagalan Timor Leste dalam meraih poin di Piala AFF, membuat tim ini tidak pernah mampu bersaing di turnamen dua tahunan ini.
Jangankan bersaing untuk lolos ke fase gugur alias semifinal turnamen, Timor Leste harus menerima kenyataan pahit menjadi tim kurcaci yang lebih sering menjadi juru kunci klasemen di babak penyisihan grup.
Sekali lagi, berbekal skuad terbaiknya saat ini, Timor Leste akan berjuang sekuat tenaga untuk memecahkan telur sendiri, guna meraih kemenangan perdana di Piala AFF pada edisi kali ini.
Timor Leste akan memulai perjuangan pertamanya di Piala AFF 2026, dengan menghadapi Vietnam selaku juara bertahan, Jumat (24/7/2026) malam ini.
Setelahnya, Timor Leste akan menjalani dua laga sisa yang bakal menjadi duel hidup mati mereka dengan melawan Singapura (27/7) dan Timnas Indonesia (31/7).
Andai ingin lolos ke semifinal Piala AFF 2026, Timor Leste harus mampu menyelesaikan babak penyisihan grup, dengan predikat juara grup atau minimal runner-up.
Layak dinanti seperti apa kiprah Timor Leste yang ditangani Emral Abus di turnamen Piala AFF 2026 yang akan berlangsung mulai 24 Juli s/d 26 Agustus 2026 mendatang?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)