BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Universitas Terbuka (UT) Pangkalpinang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), pada Kamis (23/7/2027).
Dengan bertajuk pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis augmented reality, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru di SMAN 1 Namang.
Kegiatan dipimpin oleh Gayatria Oktalina, Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi UT Pangkalpinang ini, diikuti oleh guru-guru SMAN 1 Namang.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam merancang media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR).
Sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan transformasi digital di dunia pendidikan.
Ketua Tim PKM, Gayatria Oktalina, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sekaligus wujud komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk terus mengembangkan kompetensinya. Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkenalkan teknologi Augmented Reality sebagai media pembelajaran yang mudah digunakan sekaligus mampu meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa," kata Ketua Tim PKM, Gayatria Oktalina, Jumat (24/7/2026).
Ia menambahkan, UT Pangkalpinang memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka Pangkalpinang berharap terjalin kolaborasi yang berkelanjutan dengan sekolah-sekolah di Bangka Belitung dalam pengembangan kompetensi guru.
"Sehingga pemanfaatan teknologi digital dapat semakin optimal untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik," harapnya.
Sementara,Guru SMKN 1 Pangkalanbaru, Rani Prawanti, mengatakan, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran tidak harus rumit. Guru dapat memulai dari media sederhana yang mampu meningkatkan pemahaman peserta didik.
"Augmented Reality memberikan kesempatan kepada guru untuk menyajikan materi secara lebih visual, interaktif, dan menarik. Dengan platform yang mudah digunakan, guru dapat berkreasi membuat media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswanya," jelasnya.
Senada, Alumni SMAN 1 Namang , Enzo Fahrezi mengajak para guru untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
"Saya bangga dapat kembali ke SMAN 1 Namang sebagai narasumber. Semoga pelatihan ini dapat mendorong guru untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi, khususnya Augmented Reality, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa,"katanya
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi, praktik, dan sesi konsultasi mengenai pengembangan media pembelajaran berbasis AR.
Beberapa guru bahkan berhasil menyusun prototipe media pembelajaran yang siap dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan di kelas.
Kepala SMAN 1 Namang menyampaikan apresiasi kepada Universitas Terbuka Pangkalpinang atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.
Tim PKM menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pengembangan media pembelajaran digital, yaitu Rani Prawanti, Guru SMKN 1 Pangkalanbaru yang tergabung dalam komunitas Assemblr Edu, serta Enzo Fahrezi, alumni SMAN 1 Namang yang aktif mengembangkan media pembelajaran interaktif.
Dalam sesi pemaparan materi, peserta dikenalkan pada konsep dasar Augmented Reality, manfaatnya dalam proses pembelajaran. Serta penggunaan platform Assemblr Edu untuk membuat media pembelajaran interaktif tanpa memerlukan kemampuan pemrograman.
Setelah itu, para guru mengikuti praktik langsung (hands-on training) dengan merancang media pembelajaran sederhana sesuai mata pelajaran yang diampu, didampingi oleh narasumber dan tim PKM.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)