Tinjau Langsung, Pramono Prioritaskan Pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09
Dwi Rizki July 24, 2026 06:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, menjadi salah satu sekolah prioritas yang akan segera dibangun tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan usai meninjau langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi, Pramono didampingi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Maulani dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana.

Mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa helm keselamatan berwarna putih, Pramono meninjau ruang-ruang kelas yang ambruk dan memasuki lorong sekolah yang telah dipasangi garis polisi.

Pramono mengatakan bangunan sekolah tersebut terakhir kali direnovasi pada 2011. Dari hasil peninjauan, terlihat sejumlah rangka bangunan masih utuh, namun sebagian lainnya telah berkarat sehingga menyebabkan kerusakan.

"Hari ini saya datang langsung untuk memastikan kondisi yang sebenarnya dari SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN 11 Kebayoran Lama. Bangunan ini terakhir direnovasi tahun 2011. Tadi k

Baca juga: Pembangunan SDN Cipete Utara 01 Jaksel Molor Hampir Setahun karena Upah Pekerja Tak Dibayar

ita lihat ada rangka yang masih utuh, ada juga yang berkarat dan menyebabkan kerusakan," ujar Pramono di lokasi.

Ia menjelaskan, semula terdapat 22 sekolah yang direncanakan dibangun pada 2026. Namun, akibat pemotongan dana bagi hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi anggaran, hanya tujuh sekolah yang telah memiliki alokasi anggaran.

Meski demikian, dalam rapat yang digelar sehari sebelumnya, Pramono memutuskan empat sekolah diprioritaskan untuk segera dibangun karena kondisinya dinilai sangat mendesak.

Empat sekolah tersebut yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp48,1 miliar, SMAN 102 Jakarta sebesar Rp67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp48,4 miliar, serta SDN Papango 01 dan TKN Papango 01 dengan total anggaran Rp74,1 miliar. Total anggaran pembangunan empat sekolah tersebut mencapai sekitar Rp249 miliar.

Pramono menegaskan proses pembangunan akan diawasi secara ketat. Ia meminta pelaksana proyek dipilih secara profesional serta melibatkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga untuk melakukan supervisi.

"Saya tidak mau pembangunan yang sudah diupayakan ini tidak dikerjakan secara sungguh-sungguh. Karena itu nanti akan ada pendamping dari Citata dan Bina Marga dalam pengawasannya," katanya.

Menurut Pramono, sebelum pembangunan dimulai, pemerintah harus terlebih dahulu melakukan penghapusbukuan terhadap aset bangunan yang rusak agar tidak menjadi temuan administrasi. Setelah itu, proses penunjukan kontraktor akan dilakukan pada Agustus.

"Rehabilitasi paling lambat dimulai September. Agustus dipakai untuk penghapusbukuan dan penunjukan pelaksana. September pembangunan sudah harus dimulai," ujarnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga membentuk tim investigasi dan tim inventarisasi untuk mengevaluasi kondisi gedung-gedung sekolah lainnya agar kejadian serupa tidak terulang.

Pramono menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintahannya. Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD DKI Jakarta yang dinilai mempercepat proses penganggaran pembangunan sekolah tersebut.

"Pendidikan bagi saya adalah prioritas di Jakarta. Saya juga berterima kasih kepada DPRD DKI Jakarta karena tanpa dukungan mereka, pembangunan ini tidak mungkin bisa dipercepat," pungkasnya. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.