Tak Hanya Teori, Mahasiswa Perdagangan Internasional Widyatama Langsung Terjun ke Dunia Ekspor
Siti Fatimah July 24, 2026 06:36 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menyiapkan lulusan yang siap menghadapi persaingan perdagangan global tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. 

Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama memilih pendekatan berbeda dengan memperbanyak pengalaman praktik, mulai dari magang di perusahaan ekspor, menjadi perwakilan pemasaran dalam ajang perdagangan internasional, hingga mendampingi mahasiswa membangun bisnis ekspor sendiri.

Dosen Tetap Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama, Dwi Fauziansyah Moenardy S.IP., M.I.Pol., mengatakan orientasi pembelajaran di program studi tersebut dirancang agar mahasiswa benar-benar memahami kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Pembeda utama dibandingkan program studi sejenis adalah kurikulum yang terus diperbarui mengikuti perkembangan perdagangan internasional. Hasil bedah kurikulum kami bersama para stakeholder, termasuk dari FTA Center Kemendag, dinilai sebagai salah satu yang terbaik karena sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujar Dwi saat dihubungi, Jumat (24/7/2026).

Dwi menjelaskan, sejak Program Studi Perdagangan Internasional berdiri pada 2020, pihaknya telah dua kali melakukan workshop pengembangan kurikulum.

Evaluasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh kalangan akademisi, tetapi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang selama ini berkecimpung langsung di dunia perdagangan internasional.

Mulai dari Kementerian Perdagangan, perusahaan forwarder, praktisi ekspor, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), hingga akademisi turut memberikan masukan terhadap materi pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa.

Tak hanya itu, Universitas Widyatama juga melakukan benchmarking dengan dua perguruan tinggi luar negeri, masing-masing di Turki dan China, untuk memastikan kurikulum yang diterapkan mampu mengikuti perkembangan perdagangan global.

“Dengan melibatkan seluruh stakeholder tersebut, kurikulum kami disusun agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Dwi.

Namun, menurut Dwi, keunggulan program studi tersebut tidak berhenti pada penyusunan kurikulum.

Mahasiswa juga memperoleh kesempatan belajar langsung melalui berbagai program praktik yang selama ini menjadi ciri khas Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama.

Salah satunya adalah Program Marketing Representative. Melalui program tersebut, mahasiswa dipercaya mendampingi pelaku usaha yang menjadi peserta dalam Trade Expo Indonesia, pameran perdagangan internasional terbesar di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak sekadar membantu administrasi, tetapi terlibat langsung memperkenalkan produk kepada calon pembeli dari berbagai negara.

“Bahkan mahasiswa kami dipercaya mengikuti business matching dan mewakili perusahaan untuk bernegosiasi langsung dengan buyer internasional,” ujar Dwi.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena mahasiswa merasakan secara langsung bagaimana proses komunikasi bisnis internasional berlangsung.

Program tersebut juga terus berkembang dari tahun ke tahun. Jika pada 2023 hanya terdapat dua pelaku usaha yang didampingi mahasiswa, jumlah tersebut meningkat menjadi hampir enam pelaku usaha pada 2025.

Setiap pelaku usaha didampingi oleh dua hingga tiga mahasiswa sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh pengalaman praktik di lapangan.

“Setahu kami, belum ada program studi sejenis yang memberikan pengalaman seperti ini kepada mahasiswanya,” katanya.

Selain mengikuti Program Marketing Representative, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan menjalani program magang di berbagai perusahaan dan instansi yang bergerak di bidang perdagangan internasional.

Program magang tersebut dilaksanakan pada semester tujuh sebagai bagian dari kurikulum.

Mahasiswa ditempatkan di perusahaan ekspor, Kementerian Perdagangan, KADIN, maupun berbagai instansi lain yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan internasional.

Menurut Dwi, pengalaman magang menjadi salah satu cara agar mahasiswa memahami kondisi dunia kerja secara nyata sebelum lulus.

Selain itu, Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama juga memiliki program unggulan lain bernama Widyatama Export Start (WEST).

Program tersebut dirancang untuk mahasiswa yang ingin membangun bisnis ekspor sejak masih kuliah.

“Melalui WEST, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori kewirausahaan, tetapi juga didampingi mulai dari mendirikan PT Perorangan hingga menjalankan seluruh tahapan ekspor. Program WEST merupakan pendampingan langsung bagi mahasiswa yang ingin memulai bisnis ekspornya sendiri, mulai dari legalitas perusahaan sampai praktik ekspor,” jelasnya.

Menurut Dwi, kombinasi antara kurikulum berbasis industri, pengalaman praktik internasional, program magang, hingga pendampingan membangun bisnis ekspor menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.

Dwi menilai lulusan Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri di bidang perdagangan internasional.

Bagi calon mahasiswa, Dwi mengatakan terdapat beberapa alasan mengapa Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Widyatama layak menjadi pilihan.

Selain kurikulum yang terus diperbarui mengikuti perkembangan perdagangan global, kampus juga memiliki lingkungan akademik yang mendukung pengembangan kewirausahaan.

Lokasi kampus yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat, juga menjadi keunggulan tersendiri.

Ia menjelaskan, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan nilai ekspor terbesar di Indonesia sehingga memberikan peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dengan dunia industri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.