BANGKAPOS.COM -- Artis Amanda Manopo mengungkap dugaan teror mistis yang disebut telah dialaminya sejak 2025.
Sosok yang diduga berada di balik aksi tersebut bukanlah orang asing, melainkan mantan karyawan yang pernah bekerja dengannya.
Pengakuan itu disampaikan Amanda setelah mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (22/7/2026).
Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut bukan tanpa dasar karena telah mengantongi sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV).
Dari rekaman tersebut, Amanda mengaku melihat dugaan aksi penempatan tanah kuburan di sekitar rumahnya.
Baca juga: Kasatlantas Polres Bangka Barat Berganti, Kapolres Ingatkan untuk Tangani Masalah Antrean di SPBU
Selain itu, ia juga menyebut ada rekaman yang memperlihatkan bekas minumannya diduga dijadikan bagian dari ritual tertentu.
Menurut Amanda, dugaan teror itu dilakukan untuk mengganggu hubungan rumah tangganya dengan sang suami, Kenny Austin. Di sisi lain, ia juga mengaku menemukan dugaan penggelapan dana yang dilakukan mantan karyawan tersebut selama bekerja dengannya dengan nilai kerugian yang diperkirakan hampir mencapai Rp3 miliar.
Amanda memastikan akan menempuh jalur hukum agar persoalan tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap langkah itu dapat memberikan efek jera kepada pihak yang diduga terlibat.
"Terciumnya itu setelah saya melakukan pemecatan karena ada tindakan yang tidak menyenangkan. Ini lucu sih, itu ketahuannya karena dia ngedukunin saya dulu. Ada bukti otentiknya, ada bukti dari CCTV rumah," ungkap Amanda Manopo setelah mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Amanda mengatakan bukti CCTV membuatnya yakin bahwa dugaan teror tersebut benar terjadi. Dalam rekaman itu, ia mengaku melihat langsung dugaan aksi mantan karyawannya menaruh tanah kuburan di sekitar rumah hingga melakukan ritual terhadap bekas minumannya.
Teror tersebut, kata Amanda, sudah berlangsung sejak tahun lalu dan masih berlanjut hingga sekarang.
"Ada buktinya ternyata dia taruh tanah kuburan di rumah saya. Minum yang saya minum itu didoa-doain. Rumah saya didupain. Itu kan akan merembet ke mana-mana, apalagi sekarang saya sudah menikah dan punya anak, dia masih melakukan itu sampai sekarang. Dari tahun kemarin sebelum saya menikah," akui Manda.
Lebih lanjut, Amanda menduga motif tindakan tersebut berkaitan dengan hubungan asmaranya bersama Kenny Austin yang kini telah menjadi suaminya. Ia mengklaim mantan karyawan tersebut memiliki niat memisahkan keduanya.
"Dia melakukan itu karena saya punya hubungan sama suami saya sekarang, dia ingin mecahin. Waktu itu saya tanya, dia melakukan itu dia memang ada niatan ingin memecahkan. Kalau saya cari tahu tanah kuburan itu kan mau mencelakai ya, ketika tahu itu semua, saya ambil tindakan, kita mengaudit semuanya dan itu jelas sekali," ungkap Manda.
Meski mengaku menjadi sasaran dugaan teror mistis, Amanda mengatakan dirinya tidak mengalami kejadian aneh. Namun, ia merasa tidak nyaman karena tindakan tersebut turut mengganggu lingkungan tempat tinggalnya.
"Kalau aneh-aneh sih puji Tuhan saya percaya sama Tuhan saya yang besar banget, jadi saya enggak percaya dengan hal-hal itu, ini kan namanya mengganggu yang ada di rumah, tetangga saya, jadinya buat saya malu sendiri," imbuh Manda.
Amanda juga mengaku baru menyadari adanya berbagai kejanggalan setelah mendapat dukungan dari sang suami. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada mantan karyawannya membuat orang tersebut leluasa mengelola uang dalam jumlah besar.
"Mungkin karena didukunin kali ya. Kita juga enggak tahu, mungkin setelah main jauh dianya, akhirnya ada Kenny suami saya, akhirnya kebuka semua," akui Manda.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukannya, Amanda menduga telah mengalami kerugian finansial hingga hampir Rp3 miliar selama mantan karyawan itu bekerja sekitar delapan bulan.
"Kerugian kemungkinan sekitar hampir Rp3 miliar selama dia bekerja hampir delapan bulan. Di mana itu udah merugikan akunya," kata Manda.
Amanda menuturkan, Kenny Austin sebenarnya sudah lebih dulu mencurigai adanya sesuatu yang tidak beres. Namun saat itu ia masih memilih untuk mengabaikan kekhawatiran tersebut.
"Waktu itu respon suami udah panas, saya orangnya enggak enakan. Tapi kali ini saya enggak diam saja, apalagi saya sudah punya anak," pungkas Manda.
Ia juga menduga uang miliknya dipakai mantan karyawan tersebut untuk berbagai kebutuhan pribadi, mulai dari perjalanan hingga hiburan.
"Dia menggunakan lewat ada transaksi Rp25 juta, jalan-jalan ke luar negeri, ke klub daerah Bali, biaya untuk hal-hal have fun," ujar Manda.
Amanda menambahkan, bukan hanya dirinya yang menerima intimidasi. Sejumlah orang terdekatnya juga disebut mendapat ancaman melalui media sosial maupun pesan suara.
"Ada teror lain, ada ancaman dari social media, ada voice note di mana ada komunikasi juga, ada manajer saya (diancam) ingin dibunuh. Ancamannya berhenti ketika kita datang ke sini," pungkas Manda.
Ia turut mengungkap bahwa terduga pelaku sebelumnya pernah bertemu dengan Kenny Austin di kantor polisi terkait perkara lain yang berhubungan dengan dugaan pemalsuan tanda tangan dan persoalan kendaraan.
"Waktu itu (terduga pelaku) pernah ketemu suami saya di kantor polisi tentang masalah pemalsuan tanda tangan, tentang masalah mobil. Habis itu dia diam sih," kata Manda.
Amanda memastikan laporan terkait dugaan penggelapan dana dan teror yang dialaminya akan dibawa ke jalur hukum pada pekan depan. Ia juga menegaskan tidak lagi membuka peluang penyelesaian secara damai.
"Kalau ada itikad baik dari beliau pun saya udah enggak mau. Capek jadi orang baik, kita harus kasih efek jera," imbuh Manda.
(TribunNewsmaker.com/TribunBogor/Bangkapos.com)