Tribunlampung.co, Lampung Selatan- Warga Dusun Buatan, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria tanpa identitas yang mengapung di perairan Pantai Keramat, Jumat (24/7/2026) sore.
Baca juga: Jenazah Diduga ABK Ditemukan Tinggal Kerangka di Pantai Keramat Lampung Selatan
Jasad ditemukan dalam kondisi mengenaskan sudah mengalami pembusukan lanjut sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Kasi Humas Polres Lampung Selatan AKP I Wayan Susul mengatakan jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.50 WIB oleh dua warga yang sedang mengumpulkan rumput laut di sekitar pantai.
"Awalnya saksi melihat sesuatu berwarna oranye mengapung di laut dan mengira itu hanya pakaian. Setelah didekati, ternyata benda tersebut adalah sesosok mayat," ujar AKP I Wayan Susul dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Dua saksi yang menemukan jenazah yakni Jumni (27) dan Surya (55), warga Dusun Buatan, Desa Suak. Keduanya kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada aparatur desa yang diteruskan ke pihak kepolisian.
Sekitar pukul 16.30 WIB, personel Polsek Sidomulyo bersama petugas kesehatan, Satpol PP, dan Koramil tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban.
Pada pukul 17.35 WIB, jenazah dibawa ke RSUD Bob Bazar, SKM Kalianda guna menjalani visum dan autopsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan wearpack berwarna oranye bertuliskan EVERGREEN, yang diduga merupakan pakaian kerja anak buah kapal (ABK).
Selain pakaian kerja tersebut, petugas juga menemukan sejumlah barang yang masih melekat pada korban, di antaranya sebuah handy talky (HT) merek Motorola tipe XiR 6600i dengan badge bertuliskan Chief Mate/Mualim I, serta kamera digital merek Kodak Pixpro FZ55.
Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan berat. Wajah dan kulit kepala telah terkelupas hingga menyisakan tengkorak.
Kedua telapak tangan beserta jari-jari telah terlepas, begitu juga telapak kaki kanan dan kiri beserta jari-jari kaki, sementara kedua betis hanya menyisakan tulang.
Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari lima hari sebelum ditemukan.
"Hingga saat ini belum ada warga sekitar yang mengenali identitas korban. Dugaan sementara korban merupakan pekerja kapal atau anak buah kapal karena masih mengenakan wearpack bertuliskan EVERGREEN dan membawa perlengkapan yang biasa digunakan di kapal," kata AKP I Wayan Susul.
Saat ini, Satreskrim Polres Lampung Selatan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban sekaligus memastikan penyebab kematiannya.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut sembari menunggu hasil visum dan autopsi dari RSUD Bob Bazar Kalianda.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )