Bintang Formula 1: Kostum Messi Tak Boleh Dibakar, dan Perayaan Spanyol Dinilai “Memalukan”
Hendra Wijaya July 25, 2026 04:27 AM

Beberapa orang Argentina, termasuk pebalap Formula 1 Alpine, Franco Colapinto, masih kesulitan menerima kekalahan di final Piala Dunia dari Spanyol.

Surat kabar Sport memuat komentar Colapinto kepada ESPN, saat ia melancarkan kritik keras terhadap cara Spanyol merayakan kemenangan atas Argentina, yang ia sebut “memalukan”.

Ia menambahkan: “Beredarnya kostum Spanyol selama Piala Dunia? Tiba-tiba mereka mulai memakainya ketika mereka menang, bukan sebelumnya. Itu memalukan.”

Colapinto melanjutkan: “Mereka bahkan tidak punya lagu untuk dinyanyikan.” Sindirannya itu merujuk pada budaya suporter Argentina, yang terkenal karena menciptakan nyanyian khusus untuk momen-momen besar.

Ia juga mengaku mendengar adanya upaya untuk membakar kostum Messi. Sang jurnalis kemudian mengalihkan pembicaraan ke topik lain, karena merasa arah diskusi mulai menyentuh wilayah yang lebih sensitif.

Masalah ini tampak seperti perang antara Argentina dan Spanyol.

Sebuah sesi media jelang Grand Prix Hungaria mempertemukan Colapinto dengan para orang Spanyol, Fernando Alonso dan Carlos Sainz, dan pebalap Alpine itu memanfaatkannya untuk kembali menyinggung perayaan dari pihak Spanyol.

Ia mengatakan: “Mereka memang juara yang pantas, tetapi saya berharap mereka bisa sedikit memperbaiki lagu-lagu mereka. Mereka perlu lebih kreatif, karena itu terdengar hambar.”

Ketegangan sempat memuncak antara suporter Spanyol dan Argentina setelah pertandingan, dan ia juga menanggapi hal itu. “Kami adalah dua negara Latin, dan itu luar biasa, tetapi ada perbedaan yang membuatnya seolah-olah kami adalah musuh.”

Ia melanjutkan: “Messi bermain untuk Barcelona dan memberi banyak momen bahagia bagi para penggemar Spanyol, tetapi sekarang rasanya seperti perang antara dua negara, dan itu tidak baik. Saya tidak berpikir membakar kostum Messi itu benar.”

Colapinto bukan satu-satunya orang Argentina yang menyorot cara Spanyol merayakan kemenangan. Sebagian orang di negaranya menilai perayaan itu tidak memiliki semangat seperti yang biasa mereka lihat dari para suporter di sana.

Banyak orang di Spanyol melihatnya secara berbeda. Mereka berpendapat gaya tersebut mencerminkan tingkat kesadaran dan pengendalian diri yang lebih besar, tanpa mengurangi nilai pencapaian atau besarnya kegembiraan atas gelar itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.