TRIBUNKALTIM.CO – Sejumlah pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) disebut mengantarkan banyak dokumen ke kediaman Nanik S Deyang di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, beberapa hari sebelum ia mengumumkan pengunduran diri sebagai Kepala BGN.
Informasi tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap lembaga itu yang sedang menghadapi penyidikan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keterangan mengenai aktivitas tersebut disampaikan oleh seorang sumber yang mengaku melihat langsung proses pengantaran dokumen di rumah Nanik pada Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Nanik S Deyang Klarifikasi Isu Pemeriksaan Kejagung, Ungkap Kondisinya usai Mundur dari BGN
Menurutnya, pengiriman dokumen terjadi sekitar tiga hari sebelum pengunduran diri Nanik diumumkan.
Informasi itu disampaikan sumber Tribunnews.com yang mengaku menyaksikan langsung aktivitas tersebut di kediaman Nanik, Kamis (23/7/2026).
"Tiga hari sebelum (Nanik) mundur itu ada orang BGN mengantar dokumen-dokumen, banyak dokumennya, ke rumahnya (Nanik)," kata sumber.
Menurut sumber, rombongan datang menggunakan Toyota Innova Zenix tanpa identitas BGN.
Namun, pegawai yang turun dari kendaraan terlihat mengenakan seragam lembaga tersebut.
"Mobilnya tidak berstiker BGN. Tapi pegawainya kelihatan pakai seragam (BGN)," ujarnya.
Pengantaran dokumen itu menjadi perhatian publik karena terjadi menjelang pengumuman pengunduran diri Nanik, ketika Badan Gizi Nasional masih menjadi sorotan.
Pergantian pimpinan BGN berlangsung ketika lembaga tersebut masih menjadi sorotan terkait perkara dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditangani Kejaksaan Agung.
Dalam perkara tersebut, Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka. Tiga di antaranya merupakan pimpinan BGN, yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Pengamanan masih terlihat di sekitar rumah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, di Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Jawa Barat, sehari setelah ia mengumumkan pengunduran diri.
Pantauan Tribunnews.com, Kamis (23/7/2026), menunjukkan sejumlah orang berpakaian bebas berjaga di beberapa titik menuju kediamannya di tengah suasana kompleks yang relatif tenang.
Suasana Perumahan Raffles Hills pada Kamis sore tampak lengang meski sejumlah warga masih beraktivitas.
Pengamanan terlihat sejak gerbang masuk menuju Blok N.
Dua orang berjaga di pos sekuriti, sementara sejumlah orang diduga aparat berpakaian bebas tampak berada di beberapa titik menuju rumah Nanik.
Baca juga: Nanik S Deyang Diminta Segera Diperiksa Kejagung, Namanya Masuk Daftar 26 Nama Kasus MBG
Di seberang rumah, sekitar lima pria berpakaian bebas terlihat berkumpul dan berbincang. Sejumlah sepeda motor diparkir di sisi jalan depan rumah
Pengamanan di sekitar rumah Nanik bukan kali pertama terlihat.
Pada 20 Juni 2026, puluhan personel TNI-Polri sempat melakukan penjagaan setelah muncul kabar adanya massa yang hendak mendatangi kediaman tersebut.
Informasi itu disampaikan ketika muncul kabar mengenai rencana aksi massa menuju rumah Nanik.
Warga juga disebut mendapat informasi bahwa wartawan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Blok N tanpa pemeriksaan.
"Ketua RT yang menyampaikan, 'ada pengamanan' katanya, ini waktu pas ramai rumahnya mau digeruduk massa itu. Memang ada yang bilang juga wartawan, ya jurnalis, LSM, itu enggak diperbolehkan masuk ke sini. Ada pengecekan dulu kan di depan untuk masuk ke dalam sini," ungkap sumber.
Rumah utama Nanik berdiri di atas lahan hook dengan bangunan tiga lantai bercat dominan abu-abu dan putih.
Sebanyak 11 mobil terparkir di halaman rumah.
Tujuh kendaraan berada di teras samping dan empat lainnya di teras depan.
Beberapa mobil berwarna putih, sedangkan sebagian lainnya ditutup cover berwarna merah.
Rumah Gabungan Empat Unit
Menurut sumber Tribunnews.com, Nanik telah lama tinggal di kawasan Raffles Hills, jauh sebelum menjabat sebagai Kepala BGN.
Rumah yang kini ditempatinya disebut merupakan hasil penggabungan empat unit rumah yang sebelumnya berdiri terpisah.
Beberapa bangunan tersebut dibeli dan direnovasi menjadi satu area hunian.
"Dia (Nanik) sudah lama tinggal di sini, lama banget. Jadi dia beli beberapa rumah di sampingnya itu, ada empat rumah lah kalau enggak salah," kata sumber saat ditemui.
Sumber tersebut juga menyebut Nanik membeli rumah yang berada tepat di depan kediaman utamanya.
"Dan dia udah beli juga rumah di depan rumahnya itu, yang ada intel-intel duduk di depannya. Itu (perwira berpangkat) bintang dua juga ada yang jaga di situ," tambahnya.
Selain rumah utama, Nanik disebut membeli satu rumah bercat putih yang berada di seberang bangunan tersebut.
Terkait kendaraan yang terlihat di lokasi, sumber menyebut Nanik memiliki lebih dari tiga kendaraan roda empat.
"Ya mobilnya ada yang sport juga. Suaminya yang suka bawa. Kalau enggak salah Mercy (Mercedes-Benz)," kata sumber.
Warga Sebut Nanik Jarang Bersosialisasi
Sumber Tribunnews.com mengatakan Nanik merupakan sosok yang jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
Menurut sumber tersebut, Nanik tidak banyak mengikuti kegiatan warga di kompleks, meski keluarga tetap terlihat beraktivitas di sekitar rumah.
Cucu laki-laki Nanik yang masih berusia di bawah 10 tahun disebut beberapa kali terlihat bermain di sekitar rumah dengan pengawasan seorang pengasuh.
Satu-satunya momen warga bertemu langsung dengan Nanik disebut terjadi ketika ia menggelar open house saat Lebaran Idul Fitri 2026.
"Dia (Nanik) jarang kumpul sama warga. Warga kan ada kafe tempat kumpul, warga seluruh Raffles Hills, tapi enggak pernah gabung," kata sumber.
Nanik mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026).
Nanik diketahui baru sekitar 1,5 bulan menjabat setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026.
Ia menyebut alasan kesehatan menjadi penyebab dirinya mundur dan harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Sehari setelah pengunduran diri diumumkan, Nanik mengungkap kronologi keputusannya.
Ia mengatakan sempat menjalani pemeriksaan CT Scan dan kateterisasi jantung sebelum dinyatakan mengalami penyumbatan pada 12 Juli 2026.
Pada hari itu, Nanik mengaku langsung menyampaikan niat mundur kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
"Saat saya masuk RS dan setelah dilakukan CT Scan jantung, lanjut katerisasi jantung, kemudian dinyatakan ada penyumbatan pada 12 Juli 2026, saya langsung pamit mundur sebagai Kepala BGN ke Bang Dasco dan Mas Prasetyo Hadi," ungkap Nanik.
Nanik mengatakan Dasco saat itu meminta dirinya memprioritaskan pemulihan kesehatan.
"Sudah nanti saja dibahas, Mbak konsentrasi dulu pada penyembuhan. Kesehatan itu lebih penting dari apapun," kata Nanik mengutip pesan Dasco.
Nanik kemudian menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan bahwa alasan pengunduran diri Nanik berkaitan dengan kesehatan.
Ia menyatakan mundur untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri guna memperoleh pendapat medis kedua (second opinion).
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya," tulis Nanik.
Nanik juga mengungkapkan Presiden menyetujui pengunduran dirinya dan meminta dirinya tetap membantu mengawasi BGN melalui dewan pengawas yang akan dibentuk.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menerima pengunduran diri Nanik karena alasan kesehatan dan menghormati keputusan tersebut.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Nanik selama memimpin Badan Gizi Nasional.
Senada, Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana menegaskan pengunduran diri Nanik tidak terkait tekanan maupun proses hukum program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah meminta publik tidak membangun spekulasi yang tidak berdasar. (*)
Rumah Nanik S Deyang Dijaga Ketat Sejumlah Orang usai Mundur dari Kepala BGN
Rumah Nanik S Deyang Berdiri di Empat Kavling, 11 Mobil Terparkir di Teras
Pegawai BGN Antar Banyak Dokumen ke Rumah Nanik S Deyang 3 Hari Sebelum Mundur