Sederet Alasan Satpam Viral Mau Memaafkan, Polisi Pengemudi Alphard Lanjut Pemeriksaan Propam
Jaisy Rahman Tohir July 25, 2026 08:08 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Kasus perselisihan antara satpam bernama Victor Harefa dengan oknum polisi pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI akhirnya berujung damai.

Keduanya sepakat saling memaafkan usai menjalani proses mediasi yang cukup panjang di Mapolsek Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/7/12026) malam.

Alasan Satpam Mau Memaafkan

Kuasa hukum Victor Harefa, Wiradarma Harefa, mengungkapkan sederet alasan yang membuat kliennya bersedia membukakan pintu maaf dan menyepakati perdamaian dengan pihak pengemudi maupun penumpang mobil mewah tersebut.

Menurut Wiradarma, alasan utama Victor adalah keinginan untuk segera menyelesaikan persoalan ini agar bisa kembali bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari secara normal tanpa terbayang trauma insiden tersebut.

Victor memang mengaku mengalami trauma semenjak insiden tersebut.

Diketahui, satpam proyek pembangunan MRT itu sempat mengalami intimidasi bahkan bersujud ke hadapan polisi arogan itu saat mediasi awal yang terjadi di Pospol Bundaran HI sesaat setelah kejadian.

"Klien kami Victor Harefa, dia pengen bagaimana cepat selesai, dia bekerja melanjutkan kehidupannya seperti biasa," ujar Wiradarma kepada wartawan usai mediasi di Polsek Menteng.

Saling Mengakui Kesalahan

Selain keinginan untuk kembali beraktivitas dengan tenang, perdamaian ini tercapai karena kedua belah pihak mau saling terbuka dan mengakui kesalahan masing-masing.

Wiradarma membeberkan bahwa proses mediasi yang difasilitasi oleh jajaran Kepolisian Sektor Menteng berlangsung cukup lama lantaran kedua belah pihak saling meluapkan unek-unek serta kronologi kejadian yang memicu emosi.

"Pertemuan di atas tadi memang memerlukan waktu yang cukup lama karena saling menyampaikan unek-unek masing-masing apa yang terjadi pada saat itu.

Dan pada akhirnya dengan apa yang kami lakukan atau yang difasilitasi oleh Pak Kapolsek dan tim di sini, masing-masing telah menerima semua mengakui bahwa ada kesalahan, ada arogansi yang terjadi pada saat itu spontan," jelas Wiradarma.

Atas dasar pengakuan dosa dan penyesalan tersebut, pihak Victor menganggap permasalahan hukum maupun personal di antara mereka sudah selesai.

"Jadi kepada teman-teman, itu yang terjadi hari ini, dan kami anggap dari sisi kami, dari sisi klien kami bahwa ini sudah selesai. Ya, sudah selesai, kami anggap bahwa yang lalu sudah berlalu.

Bahwa memang pernah ada perselisihan iya, tapi dengan apa yang dilakukan sekarang saling memaafkan satu sama lain, akhirnya mereka menerima pengakuan dan kekhilafan masing-masing," tambahnya.

Kedua belah pihak pun sepakat menandatangani surat pernyataan dan berakhir saling bersalaman dan berpelukan di Polsek Menteng.

Lanjut Pemeriksaan Propam Polda Jabar

Meski kesepakatan damai secara kekeluargaan telah tercapai antara Victor dan para pelaku, proses penegakan disiplin terhadap tiga oknum polisi tersebut dipastikan tetap berjalan secara internal.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, terkait pelanggaran lalu lintas dan plat palsu yang digunakan mobil mewah tersebut, kasusnya ditangani Polda Metro Jaya.

"Terkait dugaan pelanggaran lalu lintas dari pengemudi ini, malam ini juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya," kata Kapolsek seusai mendampingi proses mediasi.

Sedangkan terkait dugaan perbuatan arogansi, ketiga oknum polisi itu ditangani oleh Propam Polda Jawa Barat.

"Dari rekan pengemudi maupun penumpang, malam ini juga ditindaklanjuti Bid Propam Polda Jawa Barat," jelas Braiel.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.