Rumah tempat kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn, Austria, kini resmi beralih fungsi menjadi kantor polisi. Pemerintah Austria berharap langkah tersebut dapat mengakhiri citra bangunan itu sebagai tujuan kunjungan kelompok neo-Nazi.
Bangunan yang berada di dekat perbatasan Austria-Jerman itu dibuka kembali pada Rabu (23/7/2026) setelah menjalani renovasi senilai sekitar 20 juta euro (Rp 409 miliar).
Pemerintah Austria telah membeli rumah tersebut pada 2017 sebelum memutuskan mengubahnya menjadi kantor bagi kepolisian distrik dan kepolisian setempat.
Mengutip , Sabtu (25/7) Wali Kota Braunau am Inn, Johannes Waidbacher, mengatakan perubahan fungsi bangunan itu merupakan bentuk tanggung jawab kota dalam menghadapi sejarah masa lalu.
"Saya berharap transformasi ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat berani menghadapi sejarahnya dan mengambil tanggung jawab," kata Waidbacher.
Dia berharap kehadiran kantor polisi juga mengakhiri perdebatan mengenai masa depan bangunan tersebut. "Saya percaya pembukaan kantor polisi hari ini memberikan kejelasan dalam diskusi dan mungkin juga membawa sedikit ketenangan bagi masyarakat Braunau," ujar dia.
Rumah tempat kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn, Austria. Foto: (REUTERS/Gintare Karpaviciute)
|
Adapun, Kepala Departemen Sejarah Kementerian Dalam Negeri Austria, Stephan Mlczoch, mengatakan renovasi dilakukan agar bangunan itu tidak lagi dikaitkan dengan Adolf Hitler.
"Tujuannya adalah menghilangkan segala kaitan dengan Adolf Hitler sehingga bangunan ini kehilangan aura mistisnya," ujar Mlczoch.
Hitler lahir di rumah itu pada 20 April 1889, tetapi keluarganya pindah beberapa pekan kemudian. Selama bertahun-tahun, lokasi tersebut kerap didatangi pengunjung yang ingin melihat tempat kelahiran pemimpin Nazi itu, meski pemerintah setempat menyebut jumlahnya kini jauh berkurang.
Namun, tidak semua pihak sepakat perubahan fungsi itu akan menyelesaikan persoalan. Robert Eiter dari Mauthausen Committee dan Network Against Racism and Right-Wing Extremism menilai sejarah bangunan tersebut tidak akan hilang.
"Dunia tidak akan melupakan tempat kelahiran pembunuh massal terburuk dalam sejarah. Wikipedia juga tidak akan mengubah catatannya," kata Eiter.
Menurutnya, kelompok neo-Nazi tetap akan datang ke Braunau am Inn meski bangunan itu kini menjadi kantor polisi.






