WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menambah daftar sekolah yang akan direnovasi pada 2026 menjadi 11 sekolah.
Keputusan itu diambil setelah ditemukan empat sekolah lagi yang kondisinya dinilai membutuhkan penanganan segera, sehingga total sekolah prioritas bertambah dari sebelumnya tujuh menjadi sebelas sekolah.
Anggaran rehabilitasi untuk empat sekolah tambahan tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.
"Laporan Kepala Dinas Pendidikan DKI ada empat sekolah lagi yang kondisinya harus ditangani," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Kasus SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jaksel Ungkap Dugaan Kesalahan Konstruksi sejak Renovasi 2011
"Dengan demikian ada tujuh ditambah empat menjadi sebelas sekolah yang ditangani di tahun ini, sisanya segera ditangani di tahun 2027," lanjutnya.
Sebenarnya, kata Pramono Anung, ada 22 sekolah rusak yang telah diagendakan untuk dimulai pembangunannya pada 2026.
Namun, proses rehabilitasi tersendat imbas ada pemotongan dana bagi hasil (DBH) oleh pemerintah pusat.
Alhasil, prioritas sekolah yang harus direhab dipangkas.
Baca juga: SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jakarta Selatan yang Rusak Segera Diperbaiki, Pramono Gunakan Dana KLB
Empat sekolah yang masuk daftar prioritas tambahan yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp 48,1 miliar, SMAN 102 Jakarta sebesar Rp 67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 senilai Rp 48,4 miliar, serta SDN Papango 01 dan Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) Papango 01 dengan anggaran Rp 74,1 miliar.
"Saya memutuskan empat sekolah dibangun sekarang juga, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ujar Pramono.
Sementara 11 sekolah rusak lainnya yang belum tertangani ditargetkan masuk program renovasi pada 2027.
Pengawasan Bangunan Sekolah Lintas Dinas
Pramono Anung memutuskan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tidak lagi mengawasi sendiri pembangunan sekolah.
Sebagai gantinya, pengawasan pembangunan sekolah melibatkan dinas lain, yakni Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga.
Menurut Pramono, pembangunan gedung sekolah bukan merupakan tugas pokok dan fungsi Disdik.
Ia ingin pengawasan pembangunan sekolah dilakukan oleh dinas yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi.
Baca juga: Bangunan Roboh Sejak 2024, Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Masih Menumpang di Sekolah Tetangga
Untuk mencegah kasus serupa terulang, Pemprov DKI Jakarta juga membentuk tim investigasi dan tim inventarisasi.
Tim investigasi dan inventarisasi tersebut dibentuk untuk memperbaiki sistem pengawasan pembangunan sekolah, bukan mencari pihak yang harus disalahkan.
"Saya tidak mau ini terulang kembali, maka akan ada tim pengawas dan tim inventarisasi," ujarnya.
DPRD DKI Jakarta akan mengawal percepatan renovasi 11 sekolah rusak yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 2026.
Daftar Prioritas
Legislator juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) segera menginventarisasi seluruh kondisi bangunan sekolah di Jakarta agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mengatakan, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang sempat menjadi sorotan kini telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun ini setelah Pramono Anung menambah empat sekolah yang akan segera direhabilitasi.
"Pak Gubernur memutuskan menambah empat sekolah yang jadi prioritas pembangunan tahun 2026, SDN 09 Kebayoran Lama termasuk yang mulai dibangun September 2026 dengan target pengerjaan 10 bulan," kata Rany.
Menurut Rany, sejak awal terdapat 22 sekolah yang diusulkan untuk direnovasi pada 2026.
Baca juga: Tinjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Wali Kota Jaksel Syafrin Liputo Sebut Gedung Roboh Akibat Usia
Akibat keterbatasan anggaran, hanya tujuh sekolah yang diprioritaskan.
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sebelumnya berada di urutan kedelapan sehingga sebenarnya sudah masuk daftar rehabilitasi.
"Kalau dibilang mangkrak atau tidak direnovasi, sebenarnya tidak, memang akan direnovasi sesuai giliran, kebetulan posisinya nomor delapan, tetapi kemudian keburu viral sehingga diputuskan masuk prioritas tahun ini," ujarnya.
Pembangunan akan dibiayai melalui kombinasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta anggaran KLB.
Baca juga: SDN Kebayoran Lama 09 Jaksel Roboh dan Belum Diperbaiki, Gedung Sekolah Baru akan Dibangun Vertikal
Pemprov menargetkan pembangunan rampung dalam waktu 10 bulan sehingga sekolah dapat kembali digunakan pada 2027.
Rany juga meluruskan informasi mengenai siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang sempat belajar di musala.
Menurutnya, seluruh rombongan belajar telah dipindahkan ke SDN 11 Kebayoran Lama.
Karena kapasitas ruang kelas terbatas, sebagian siswa kelas 1 dijadwalkan belajar pada siang hari.
Atas permintaan orang tua agar anak tetap masuk pagi, mereka sempat menggunakan musala sebagai ruang belajar sementara.
"Peristiwa itu hanya terjadi pada hari Rabu dan Jumat mereka sudah mendapatkan ruang kelas di SDN 11," katanya.