TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPC Peradi Jakarta Barat (Jakbar) berkomitmen terus melahirkan atau mencetak calon-calon advokat andal, berkualitas, profesional, dan berintegritas serta menaati kode etik.
Ketua DPC Peradi Jakbar, Suhendra Asido Hutabarat, dalam pembukaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan X DPC Peradi Jakbar bekerja sama dengan UPN Veteran Jakarta dan Ikadin, menegaskan, pihaknya sangat menjaga itu.
"Kami menjamin pelaksanaan PKPA yang diselenggarakan berkualitas dengan menghadirkan pemateri-pemateri yang terbaik di bidangnya," ujar Suhendra saat membuka PKPA Angkatan X dikutip Sabtu (25/7/2026).
Menurut dia, PKPA menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan hakim agung, ketua pengadilan tinggi, ketua Mahkamah Konstitusi (MK), akademisi, serta praktisi hukum.
"Banyak lagi nanti praktisi dan akademisi senior yang akan mengajar dari DPN Peradi," ujarnya.
Suhendra juga menyampaikan bahwa peserta telah memilih PKPA Peradi di bawah kepemimpinan Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan.
Menurut dia, hal tersebut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
"Karena memang Undang-Undang Advokat menyatakan bahwa organisasi satu-satunya yang diakui di negara kita, adalah Peradi di bawah kepemimpinan Prof Otto Hasibuan dan itu tetap masih menganut single bar," ujarnya.
Ia mengatakan materi yang diberikan dalam PKPA mencakup bidang litigasi maupun nonlitigasi, seperti legal opinion, due diligence, dan legal drafting.
"Nantinya tidak hanya berpraktik di dalam litigasi karena juga ada materi legal opinion, due diligence, drafting, dan sebagainya. Maka nantinya akan bisa menjadi orang yang berpraktik secara non-litigasi dengan baik," katanya.
Suhendra berharap seluruh peserta mengikuti PKPA dengan serius.
"Karena pada akhirnya, nantinya masyarakat pencari keadilanlah yang harus dilindungi dan penegakan hukum dapat berjalan dengan baik jika advokatnya berkualitas," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPP Ikadin, Rivai Kusumanegara, menyampaikan responnya atas kerja sama penyelenggaraan PKPA bersama DPC Peradi Jakarta Barat.
"Karena inilah PKPA terbesar di Indonesia. Terbesar itu melalui sebuah proses yang panjang, sehingga mendapatkan pengakuan masyarakat," ucapnya.
Rivai berharap peserta PKPA dapat berkontribusi di berbagai bidang, termasuk menjadi pemimpin di masa depan.
"Beberapa tokoh bangsa yang ternyata berangkat dari profesi advokat. Mungkin teman-teman pernah dengar Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Thomas Jefferson, Presiden Amerika, mereka semua berangkat dari profesi advokat," katanya.
"Saya berharap dari peserta ini, mudah-mudahan dua di antaranya besok menjadi menteri di Republik Indonesia. Aamiinn ya. Dua di antaranya menjadi bahkan hakim agung Indonesia. Bukan tidak mungkin, profesi hakim agung pun banyak dibuka dari profesi advokat, jaksa. Mereka membuka non-karier," katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, Dr. Suherman mengatakan kerja sama penyelenggaraan PKPA antara fakultas yang dipimpinnya dengan DPC Peradi Jakarta Barat telah berlangsung sekitar tiga tahun dan kini memasuki Angkatan X.
"Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dan juga komitmen bersama Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta dan juga Peradi Jakarta Barat dalam rangka mempersiapkan calon-calon advokat ke depannya yang memiliki kompetensi, profesionalisme, berintegritas juga moral yang baik, serta juga menjunjung tinggi kode etik profesi advokat," ujarnya.
Ketua Panitia PKPA Angkatan X DPC Peradi Jakbar, Genesius Anugerah, mengatakan PKPA kali ini diikuti 140 peserta yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti pembelajaran secara disiplin, termasuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA) Peradi.