TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Warga dan pihak keluarga langsung memakamkan jenazah korban kebakaran Padang Pariaman pada Sabtu (25/7/2026) tengah malam.
Langkah cepat ini terlaksana setelah tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Padang merampungkan proses autopsi terhadap pasangan suami istri berinisial N (70) dan D (50) tersebut.
Keduanya korban kebakaran yang menghanguskan rumah di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.
Sebelumnya, kedua korban menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Padang sebagai bagian dari proses penyelidikan penyebab kematian.
Menantu korban, Bambang Sutrisno, mengatakan jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB setelah proses autopsi selesai dilakukan.
Baca juga: Kebakaran di Payakumbuh Hanguskan Tiga Rumah dan Sebuah Warung, Satu Orang Luka
"Sampai jenazah tadi malam itu sekitar pukul 10 malam," kata Bambang kepada TribunPadang.com.
Setibanya di rumah duka, keluarga terlebih dahulu melaksanakan salat jenazah sebelum kedua korban dibawa ke tempat pemakaman keluarga yang berada tidak jauh dari lokasi rumah.
"Setelah sekitar satu jam di rumah duka, jenazah langsung dibawa ke pemakaman. Sekitar jam 12 malam itu pemakaman kedua jenazah sudah selesai dilaksanakan," ujarnya.
Pantauan Reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman di rumah duka, suasana belasungkawa masih terasa.
Sejumlah pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kedua korban.
Tidak hanya masyarakat sekitar, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga tampak silih berganti datang melayat.
Di depan rumah duka juga terlihat karangan bunga ucapan belasungkawa dari Bupat Padang Pariaman John Kenedy Aziz dan Wakil Bupati Rahmat Hidayat.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumatera Barat: Hujan Lebat Berpotensi Terjang Belasan Daerah Sore Ini
Di sisi lain, kepolisian terus melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menewaskan pasutri tersebut.
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri diterjunkan ke lokasi kebakaran di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Sabtu (25/7/2026).
Peristiwa kebakaran itu tidak hanya menghanguskan satu unit rumah beserta seluruh isinya, tetapi juga menewaskan pasangan suami istri pemilik rumah berinisial N (70) dan D (50).
Pantauan Reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman, tim Labfor tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB bersama personel Inafis Polres Padang Pariaman dan jajaran Polsek Batang Anai.
Setibanya di lokasi, petugas langsung menyiapkan peralatan pemeriksaan. Tim Labfor yang terdiri dari tiga personel kemudian melakukan pemeriksaan awal di area rumah yang terbakar.
Setelah itu, petugas juga mewawancarai pihak keluarga korban serta sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Baca juga: Perangi Narkoba, Gubernur Sumbar Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Selamatkan Generasi Muda
Usai pengumpulan keterangan, tim kembali melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di lokasi bersama personel Inafis.
Hingga sekitar pukul 11.50 WIB, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan disaksikan warga sekitar.
Sebelumnya, keluarga korban mengaku menemukan sejumlah hal yang dianggap janggal dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Menantu korban, Bambang Sutrisno, mengatakan keluarga masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan forensik terhadap kedua jenazah.
Meski belum ingin berspekulasi, Bambang mengaku keluarga mempertanyakan posisi kedua korban yang ditemukan meninggal dunia di ruang tamu rumah, bukan di kamar tempat mereka biasa beristirahat.
"Kami belum tahu penyebab pastinya, itu kami serahkan kepada pihak kepolisian. Tapi memang ada beberapa hal yang menurut kami terasa janggal," ujarnya.
Baca juga: Pelayanan Publik Sumbar Wajib Berinovasi, Gubernur Minta Seluruh OPD Permudah Urusan Masyarakat
Menurut Bambang, saat dirinya tiba di lokasi sekitar pukul 01.30 WIB setelah mendapat kabar kebakaran, api sudah membakar ruang tamu dan menjalar ke dapur.
Ia kemudian mendobrak pintu kamar korban, namun keduanya tidak ditemukan di dalam kamar meski ruangan tersebut saat itu belum dilalap api.
"Kasurnya seperti habis diobok-obok orang, sudah tidak berbentuk lagi. Tapi mertua saya tidak ada di kamar," katanya.
Setelah api berhasil dipadamkan, kedua korban ditemukan di ruang tamu, tepat di dekat pintu keluar rumah.
Korban perempuan ditemukan berada di bagian bawah, sedangkan korban laki-laki berada di atas dengan posisi kepala berada di dada istrinya.
"Awalnya kami tidak melihat mereka. Setelah damkar selesai memadamkan api, ternyata mereka ada di ruang tamu dalam posisi berimpitan," ujarnya.
Baca juga: Solok Punya Kebun Kopi Terluas tapi Bukan Penghasil Terbesar di Sumbar
Menurut Bambang, posisi ditemukannya kedua korban menjadi salah satu alasan keluarga meminta dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kalau memang tidak ada apa-apa, harusnya mereka masih bisa keluar lewat pintu. Pintu kamar dengan pintu keluar rumah itu dekat. Tapi kenapa mereka tidak keluar, itu yang menjadi pertanyaan bagi kami," tuturnya.
Meski demikian, Bambang menegaskan keluarga tidak ingin berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada pihak kepolisian.
"Kami tidak mau bicara yang aneh-aneh. Biarlah nanti pihak kepolisian yang menjelaskan hasil penyelidikannya," katanya.
Karena adanya sejumlah kejanggalan tersebut, keluarga bersama aparat kepolisian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas akhirnya sepakat mengajukan autopsi terhadap kedua jenazah.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran yang menewaskan pasangan suami istri tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Padang Pariaman, sementara hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi masih ditunggu sebagai bagian dari proses penyidikan. (*)