Polda Jabar Minta Maaf Soal Viral Sopir Alphard Intimidasi Satpam, KDM : Saya Yakin Polda Tegas
Naufal Fauzy July 25, 2026 07:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polda Jawa Barat meminta maaf atas kejadian dugaan intimidasi yang dilakukan sopir Alphard ke seorang satpam di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Rabu (22/7/2026) lalu.

Kejadian itu viral dan menjadi perbincangan banyak orang.

Karena dalam video beredar terlihat mobil Alphard itu hampir menyerempet penyeberang jalan dan juga satpam yang bertugas di sana.

Mobil Alphard itu kemudian berhenti karena tak terima ditegur oleh satpam

Polda Jawa Barat mengakui tiga pria yang melakukan intimidasi terhadap satpam proyek MRT Victor Harefa di kawasan Bundaran HI itu adalah anggotanya. 

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Satpam di Bundaran HI atas perlakuan arogan dan tidak pantas oleh tiga anggota Polda Jabar," ujar Hendra, Sabtu (25/7/2026) dikutip dari Tribun Jabar.

Hendra menegaskan, penyelesaian secara damai antara kedua belah pihak, tidak menghentikan proses penegakan disiplin internal terhadap ketiga anggota tersebut.

"Perdamaian antar para pihak, tidak menghapuskan sanksi kode etik terhadap ketiga saudara Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW," katanya.

Menurut Hendra, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Barat telah memeriksa ketiga personel tersebut. 

Hasil pemeriksaan menyimpulkan telah ditemukan bukti yang cukup adanya dugaan pelanggaran kode etik profesi.

"Pemeriksaan sudah dilakukan oleh Bid Propam Polda Jabar terhadap ketiga anggota kami tersebut. Ditemukan cukup bukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana Perpol Nomor 7 Tahun 2022," ucapnya.

Hendra mengatakan, hasil pemeriksaan itu akan ditindaklanjuti melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri.

"Hasilnya akan dilanjutkan melalui proses kode etik dan sidang kode etik profesi Polri," ucapnya.

"Kami Polda Jabar berkomitmen dan konsisten akan menindak tegas dan transparan terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota," katanya.

Reaksi Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yakin bahwa Polda Jabar akan bertindak tegas.

Karena dari penglihatan dia, dalam kejadian viral tersebut sopir Alphard juga diduga melanggar ketertiban lalu lintas.

"Saya yakin jajaran Polda Jabar akan bersikap tegas pada anggotanya yang melakukan pelanggaran lalu lintas, ya," kata KDM melalui media sosialnya, Sabtu.

KDM berharap kejadian antara satpam dan aparat sopir Alphard ini tak lagi terulang.

Dia mengajak semua pihak saling menghargai tugas masing-masing.

"Dan kita juga semua sama-sama saling menghargai tugas kita masing-masing," ungkap KDM.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.