TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok satpam ditemukan tewas dengan tangan diborgol dalam waduk.
Status WA terakhir pria bernama Sumarna pun kini bak petunjuk.
Sebelumnya seorang satpam ditemukan tewas di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Anggota DPR Ahmad Doli Turun Tangan, Suami Guru P3K di Tanjungbalai jadi Tersangka Pencabulan Anak
Beberapa jam sebelum tak bernyawa, satpam bernama Sumarna itu ternyata sempat mengunggah status WA.
Tak disangka, status WhatsApp itu adalah unggahan terakhir Sumarna sebelum meregang nyawa dengan kondisi memilukan.
Jasad Sumarna ditemukan dengan kondisi masih mengenakan seragam dinas lengkap dan tangan terborgol.
Baca juga: SEPAK Terjang Mariati Simanullang, Kadis yang Dicopot Masinton, Sempat Disorot Pascabencana Banjir
Tubuh Sumarna tampak kaku mengambang di area Tanggul Kayat.
Penemuan jasad Sumarna itu terjadi setelah ia dilaporkan menghilang secara misterius usai menjalankan tugas jaga malam di hari Kamis.
Rupanya sebelum menghilang seharian, Sumarna sempat memosting sebuah video di status WA-nya.
Dalam video tersebut terlihat Sumarna memperlihatkan kondisi di aspal area Waduk Jatiluhur yang penuh coretan aksi vandalisme.
Baca juga: Pemkab Langkat Terima Rp 290 Juta dari Morowali untuk Pemulihan Rumah Ibadah Pascabencana
Geram, Sumarna tak terima dengan warga yang merusak fasilitas umum.
"Udah dikasih fasilitas, yang nongkrong gratis. Masih aja ngerusak fasilitas umum. Ini masa coret-coret di sini. Saya enggak mau tahu, pokoknya harus dibereskan lagi," ungkap Sumarna dalam video.
Tak tinggal diam, Sumarna pun mengaku sudah melaporkan aksi vandalisme itu ke kepolisian.
"Laporan udah tembus ke polisi, karena emang ada hukum pidananya," kata Sumarna.
Korban beri petunjuk
Status WA Sumarna itu belakangan ramai jadi perbincangan.
Sebab disinyalir Sumarna bak memberikan petunjuk soal terduga pelaku pembunuhannya.
Dari informasi yang berasal dari rekan-rekan korban, Sumarna diketahui sempat menegur sekelompok pemuda yang hendak melakukan vandalisme di wilayah jaganya yakni di Waduk Jatiluhur.
Teguran itu dilakukan Sumarna lantaran kesal melihat fasilitas umum di Waduk Jatiluhur dirusak.
Dilansir dari postingan Instagram infojawabarat, seorang warga mengurai pengakuannya soal Sumarna menegur pemuda yang melakukan vandalisme tersebut.
Baca juga: Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Kunjungi Anak Korban Pencabulan di Tanjungbalai
Ternyata pemuda yang mencoret-coret aspal di Waduk Jatiluhur itu sempat melakukan aksinya pada Rabu (22/7/2026).
Lalu saat mereka kembali lagi pada Kamis, pemuda tersebut kepergok Sumarna.
"Kabarnya dia (Sumarna) melarang orang yang mau curat-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk," kata warga.
Terkait dengan keterkaitan antara pemuda yang ditegur Sumarna itu dengan dugaan pembunuhan Sumarna, pihak kepolisian masih mendalaminya.
“Benar, saat ditemukan tangan korban dalam kondisi terborgol. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban," ungkap Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara dikutip dari Kompas.com, Sabtu (25/7/2026).
Hingga kini penyebab kematian Sumarna masih diselidiki kepolisian.
(*/ Tribun-medan.com)