Polisi Belum Ungkap Penyebab Kebakaran Tewaskan Pasutri Padang Pariaman, Hasil Labfor Masih Ditunggu
Rahmadi July 25, 2026 08:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga Sabtu (25/7/2026), Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kebakaran.

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Nedra Wati, mengatakan penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran karena proses pemeriksaan di lapangan masih berlangsung.

"Iya, tim Puslabfor sampai sekarang masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran," kata AKP Nedra Wati kepada TribunPadang.com.

Selain menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik, penyidik juga terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Baca juga: Sebut Wartawan Londo Ireng, Organisasi Pers Desak Presiden Prabowo Minta Maaf

Polisi Dalami Kecurigaan Keluarga

Nedra Wati mengatakan pihaknya turut menindaklanjuti adanya dugaan kejanggalan yang disampaikan keluarga korban.

Menurutnya, seluruh informasi yang diterima akan didalami sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Untuk kecurigaan pihak keluarga, kami dari kepolisian juga masih melakukan penyelidikan dengan mewawancarai sejumlah saksi," ujarnya.

Meski demikian, polisi belum merinci jumlah saksi yang telah dimintai keterangan karena proses pendataan masih berlangsung.

"Anggota belum melaporkan berapa totalnya," katanya.

Baca juga: Bantuan Korban Kebakaran Padang Pariaman Disalurkan, Keluarga Korban Meninggal Dapat Pendampingan

Hasil Autopsi dan Toksikologi Masih Ditunggu

Sementara itu, proses autopsi terhadap kedua korban telah selesai dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Namun, penyebab pasti kematian keduanya masih belum dapat dipastikan karena penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan di laboratorium pusat.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol Harry Andromeda, mengatakan pemeriksaan lanjutan meliputi uji toksikologi dan histopatologi terhadap sampel yang diambil saat autopsi.

"Tadi malam baru selesai autopsi, tetapi masih ada pemeriksaan lanjutan untuk toksikologi. Kami akan memeriksa sampel hasil autopsi dan itu memang membutuhkan waktu," ujarnya.

Harry menjelaskan sejumlah cairan tubuh korban, termasuk cairan lambung, akan diperiksa untuk mendukung proses penyidikan.

Baca juga: Rampung Autopsi, Jenazah Pasutri Korban Kebakaran Padang Pariaman Langsung Dimakamkan Tengah Malam

"Ada beberapa cairan tubuh yang akan diperiksa di toksikologi. Setelah itu juga ada pemeriksaan histopatologi sebagai pemeriksaan lanjutan," katanya.

Ia belum dapat memastikan kapan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut akan selesai.

"Kami belum tahu berapa lama karena pemeriksaannya harus dilakukan secara teliti. Ini untuk kepentingan penyidikan, jadi tidak bisa terburu-buru. Yang jelas autopsi sudah selesai dan hasil awalnya sudah kami sampaikan pagi ini," tuturnya.

Nedra Wati menambahkan, hasil autopsi tersebut juga masih ditunggu oleh penyidik sebagai salah satu dasar untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya kedua korban serta memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa kebakaran tersebut.

GARIS POLISI – Kondisi rumah yang hangus terbakar di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026). Lokasi telah dipasangi garis polisi dan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas setelah kebakaran yang menewaskan dua penghuni rumah serta menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.
GARIS POLISI – Kondisi rumah yang hangus terbakar di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026). Lokasi telah dipasangi garis polisi dan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas setelah kebakaran yang menewaskan dua penghuni rumah serta menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Keluarga Menilai Ada Sejumlah Kejanggalan

Sebelumnya, keluarga korban mengaku menemukan sejumlah hal yang dianggap janggal dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Menantu korban, Bambang Sutrisno, mengatakan keluarga masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan forensik terhadap kedua jenazah.

Meski belum ingin berspekulasi, Bambang mengaku keluarga mempertanyakan posisi kedua korban yang ditemukan meninggal dunia di ruang tamu rumah, bukan di kamar tempat mereka biasa beristirahat.

"Kami belum tahu penyebab pastinya, itu kami serahkan kepada pihak kepolisian. Tapi memang ada beberapa hal yang menurut kami terasa janggal," ujarnya.

Baca juga: Pelayanan Publik Sumbar Wajib Berinovasi, Gubernur Minta Seluruh OPD Permudah Urusan Masyarakat

KEBAKARAN – Menantu korban kebakaran, Bambang Sutrisno, memberikan keterangan kepada wartawan di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026). Bambang menceritakan upayanya mencari dan menyelamatkan kedua mertuanya saat rumah terbakar, hingga akhirnya pasangan suami istri tersebut ditemukan meninggal dunia di ruang tamu setelah api berhasil dipadamkan.
KEBAKARAN – Menantu korban kebakaran, Bambang Sutrisno, memberikan keterangan kepada wartawan di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026). Bambang menceritakan upayanya mencari dan menyelamatkan kedua mertuanya saat rumah terbakar, hingga akhirnya pasangan suami istri tersebut ditemukan meninggal dunia di ruang tamu setelah api berhasil dipadamkan. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Menurut Bambang, saat dirinya tiba di lokasi sekitar pukul 01.30 WIB setelah mendapat kabar kebakaran, api sudah membakar ruang tamu dan menjalar ke dapur.

Ia kemudian mendobrak pintu kamar korban, namun keduanya tidak ditemukan di dalam kamar meski ruangan tersebut saat itu belum dilalap api.

"Kasurnya seperti habis diobok-obok orang, sudah tidak berbentuk lagi. Tapi mertua saya tidak ada di kamar," katanya.

Setelah api berhasil dipadamkan, kedua korban ditemukan di ruang tamu, tepat di dekat pintu keluar rumah.

Korban perempuan ditemukan berada di bagian bawah, sedangkan korban laki-laki berada di atas dengan posisi kepala berada di dada istrinya.

"Awalnya kami tidak melihat mereka. Setelah damkar selesai memadamkan api, ternyata mereka ada di ruang tamu dalam posisi berimpitan," ujarnya.

Baca juga: Solok Punya Kebun Kopi Terluas tapi Bukan Penghasil Terbesar di Sumbar

Menurut Bambang, posisi ditemukannya kedua korban menjadi salah satu alasan keluarga meminta dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kalau memang tidak ada apa-apa, harusnya mereka masih bisa keluar lewat pintu. Pintu kamar dengan pintu keluar rumah itu dekat. Tapi kenapa mereka tidak keluar, itu yang menjadi pertanyaan bagi kami," tuturnya.

Meski demikian, Bambang menegaskan keluarga tidak ingin berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada pihak kepolisian.

"Kami tidak mau bicara yang aneh-aneh. Biarlah nanti pihak kepolisian yang menjelaskan hasil penyelidikannya," katanya.

Karena adanya sejumlah kejanggalan tersebut, keluarga bersama aparat kepolisian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas akhirnya sepakat mengajukan autopsi terhadap kedua jenazah.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran yang menewaskan pasangan suami istri tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Padang Pariaman, sementara hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi masih ditunggu sebagai bagian dari proses penyidikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.