Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Produk UMKM asal Provinsi Bengkulu kembali membuktikan kualitasnya di kancah internasional.
Brand Wastra dan fashion lokal, hi.Ameerah, terpilih menjadi salah satu dari 50 UMKM se-Indonesia yang akan tampil dalam ajang China International Small and Medium Enterprise Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou pada 3–6 September 2026 mendatang.
Pemilik (Owner) hi.Ameerah, Imam Maliki menceritakan awal mula jenama ini berdiri pada tahun 2019.
Berawal dari keresahan sang istri saat menempuh pendidikan di Jakarta, timbul keinginan kuat untuk menghadirkan produk fashion hijab yang mengangkat motif khas identitas Bumi Bangkulu.
Perjalanan menuju pameran UMKM tingkat dunia di China ini tidak didapat secara instan.
Usai berjejaring dan mengikuti serangkaian program pembinaan serta inkubasi bisnis sejak 2024.
Baca juga: Sema Fest 2026 Seluma Siap Meriah, 240 Peserta Ikut Festival Mancing Ikan Semah
hi.Ameerah terpilih masuk dalam tahapan kurasi khusus dari Kementerian UMKM setelah menyelesaikan penyusunan sustainability report.
Menghadapi persaingan di pasar global, Imam menyadari produk Indonesia sulit jika hanya mengandalkan perang harga (price war) melawan produk manufaktur China.
Oleh karena itu, kekuatan storytelling dan nilai sejarah menjadi senjata utama yang diusung Hai Amerah.
Dalam pameran di Guangzhou nanti, hi.Ameerah akan menonjolkan dua koleksi utama, yakni seri Jane Padma yang menggambarkan kecantikan Bunga Rafflesia arnoldii serta seri Sang saka yang terinspirasi dari sejarah dijahitnya Bendera Merah Putih pertama kali di Bengkulu oleh Ibu Fatmawati.
"Pasar internasional punya ketertarikan tinggi terhadap cerita di balik sebuah produk. Jadi yang dijual bukan sekadar kain atau harga, melainkan story sejarah Bunga Rafflesia dan Bendera Merah Putih yang lahir di Bengkulu," jelasnya.
Menjelang keberangkatan ke Guangzhou, tim hi.Ameerah kini disibukkan dengan berbagai persiapan teknis, mulai dari penerjemahan katalog ke bahasa Mandarin, riset calon pembeli (buyer), hingga pengurusan dokumen serta visa.
Imam berharap langkah hi.Ameerah di pameran internasional ini tidak hanya membuka peluang ekspor dan menambah mailing list buyer mancanegara, tetapi juga dapat mengangkat nama Provinsi Bengkulu agar semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengajak para pelaku UMKM lokal untuk terus berkolaborasi dan percaya diri menembus pasar global.