POS-KUPANG.COM,KUPANG- Senyum ramah terpancar dari wajah Yuanita Mariani Umar setiap kali menyambut tamu yang datang ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.
Dari balik keramahannya, siswi kelas XII SMKN 1 Kota Kupang ini tersimpan semangat belajar yang besar untuk mempersiapkan diri menggapai cita-citanya menjadi seorang guru.
Yuanita, yang lahir di Kupang pada 31 Oktober 2009, merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Putri pasangan Husein Umar dan Mariana Gadja itu tinggal di Jalan Gambus, Kota Kupang.
Saat ini ia tengah menjalani praktik kerja lapangan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
Baca juga: Profil Kresensia Kewaru, Mahasiswi FISIP Undana yang Teguh Mengejar Mimpi
Bagi Yuanita, praktik kerja lapangan bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
Kesempatan itu menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat tata kelola pendidikan, memahami pelayanan publik, serta melihat bagaimana kebijakan pendidikan dijalankan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Saya bersyukur bisa belajar langsung di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Banyak pengalaman baru yang saya peroleh, terutama tentang bagaimana pelayanan pendidikan dijalankan. Pengalaman ini semakin menguatkan tekad saya untuk menjadi seorang guru," ujar Yuanita.
Di lingkungan tempat praktik, Yuanita dikenal sebagai pribadi yang santun, mudah bergaul, dan cepat beradaptasi.
Ia juga menunjukkan kedisiplinan serta kesungguhan dalam menyelesaikan setiap tugas yang dipercayakan kepadanya. Sikap tersebut menjadi modal penting dalam membangun karakter sebagai calon pendidik.
Menurut Yuanita, guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan membuka jalan bagi lahirnya generasi yang berpengetahuan serta berakhlak.
Baca juga: Sosok Grace Sugo, Anggota OMK Waioti yang Totalitas Layani Sesama di NYD III Maumere
Karena itu, ia bertekad melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat mengabdikan diri di dunia pendidikan.
Pengalaman di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memberinya pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga ditopang oleh sistem pelayanan, perencanaan, dan pengelolaan yang berjalan secara baik dan profesional.
Semangat yang ditunjukkan Yuanita menjadi gambaran lahirnya generasi muda yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan komitmen untuk berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan.
Di balik senyumnya yang sederhana, tersimpan tekad untuk suatu hari berdiri di depan kelas sebagai seorang guru yang menginspirasi, mendidik, dan mencerdaskan anak-anak bangsa.(*)