Lebih Bermanfaat Mandi Air Hangat atau Air Dingin? Ini Penjelasan Sains
GH News July 26, 2026 10:08 AM
Jakarta -

Detikers lebih suka mandi air dingin atau air hangat? Mandi air dingin atau air hangat memberikan sensasi yang berbeda bagi tubuh kita.

Mandi air dingin membuat tubuh terasa segar, sedangkan mandi air hangat membuat tubuh terasa rileks. Akan tetapi, mana yang lebih baik?

Pada dasarnya, baik mandi air dingin ataupun air hangat sama-sama bermanfaat bagi tubuh kita. Namun, sains memiliki penjelasan soal kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Manfaat dan Risiko Mandi Air Hangat

Berdasarkan data dalam Konferensi Internasional Gabungan tahun 2018 tentang Sistem Distribusi Air dan Komputasi serta Kontrol Industri Air, ditunjukkan rata-rata suhu air yang disukai orang berkisar 40-41 derajat Celsius. Maka, tak heran mandi air hangat menyebabkan rasa rileks pada tubuh.

Penelitian mengatakan, mandi air hangat dapat meningkatkan kualitas tidur. Manfaat mandi air hangat di antaranya meredakan tubuh yang terasa tegang, kelelahan otot, sampai osteoartritis. Mandi air hangat juga dapat melancarkan peredaran darah.

Ketika tubuh terkena air hangat, maka pembuluh darah akan melebar. Sejumlah studi juga mengatakan, mandi air hangat bisa meringankan arteri yang kaku hingga meningkatkan aliran darah untuk pengidap gagal jantung kronis.

Walau demikian, perlu dicatat juga mandi dengan air yang suhunya terlalu panas dapat menyebabkan kulit dan rambut kering.

"Air panas menghilangkan minyak alami kulit sehingga menyebabkan kulit kering, gatal, dan akhirnya eksim," jelas dokter kulit Sejal Shah kepada Women's Health, dikutip dari IFL Science.

"Demikian pula, air panas dapat menghilangkan minyak alami rambut, sehingga rambut menjadi lebih kering," ungkapnya.

Di samping itu, kekurangan dari mandi air hangat dalam situasi tertentu adalah, dapat menurunkan tekanan darah, yang bahkan bisa menyebabkan pingsan atau sinkop vasovagal.

"Saya pasti sudah mendengar cerita serupa setidaknya selusin kali; seseorang sedang mandi air panas, merasa pusing dan terbangun dalam genangan darah akibat cedera kepala," jelas ahli kardiologi intervensi, Hassan Makki kepada CIC Centers.

Manfaat dan Risiko Mandi Air Dingin

Sejumlah penelitian mengatakan, mandi air dingin dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Walaupun belum dipahami sepenuhnya, hal ini diperkirakan berkaitan dengan sistem saraf simpatik.

Saat saraf simpatik aktif terkena dingin, maka akan ada peningkatan hormon noradrenalin. Hal tersebutlah yang diduga menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah saat orang berendam dalam air dingin.

"Inilah yang kemungkinan besar menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah yang diamati ketika orang berendam dalam air dingin, dan dikaitkan dengan peningkatan kesehatan yang disarankan," terang Lindsay Bottoms, Dosen Fisiologi Olahraga dan Kesehatan di Universitas Hertfordshire.

Ketika kulit terkena air dingin, tubuh akan merespons suhu rendah, yang lantas menyebabkan peningkatan aliran darah. Hal ini menyebabkan suhu tubuh kembali hangat.

Berdasarkan penelitian, ketika kulit terpapar air dingin dengan suhu sekitar 14 derajat Celsius, metabolisme akan meningkat 4,5 kali lipat. Oleh sebab itu, mandi air dingin kerap dikaitkan dengan pembakaran kalori dan penurunan berat badan.

Bottoms mengatakan, mandi air dingin bermanfaat untuk mental, salah satunya dapat meningkatkan kewaspadaan dan meringankan gejala depresi. Penyebabkan diperkirakan karena banyaknya jumlah reseptor dingin di kulit yang menghantarkan impuls saraf ke otak.

"Mandi air dingin mengirimkan sejumlah besar impuls listrik dari ujung saraf perifer ke otak, yang mungkin memiliki efek antidepresif," terangnya.

Walau begitu, terpapar air dingin terlalu lama juga dapat menyebabkan tubuh terkena serangan 'cold shock'. Ahli kesehatan dan air dari Cladding Direct, Glen Coulson menjelaskan, terpapar air dingin dalam waktu lama bisa berisiko. Ia mengatakan, menenggelamkan diri ke dalam air yang sangat dingin dapat menyebabkan tubuh mengalami syok air dingin.

"[Hal itu] dapat menyebabkan sejumlah reaksi - mulai dari hiperventilasi hingga serangan jantung," ujarnya.

Lebih Baik Mandi Air Hangat atau Air Dingin?

Para ahli memiliki jawaban di tengah-tengahnya. Baik mandi air hangat ataupun dingin, memiliki manfaat maupun risiko masing-masing. Keduanya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan tubuh masing-masing.

Akan tetapi, ahli memberikan solusi agar mandi diawali dengan menggunakan air hangat, kemudian dibilas dengan air dingin sesaat setelahnya. Apabila cuaca sedang sangat panas, maka mandi air dingin bisa lebih baik, tetapi tidak boleh terlalu lama. Sebab, mandi air dingin tidak bisa mendinginkan suhu di dalam tubuh karena gelombang panas.

"Selalu disarankan untuk mandi dengan air hangat (yang tak terlalu panas), daripada mandi dengan air dingin," kata Coulson.

Novia Aisyah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.