TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Pembangunan lintasan lair atau jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ditargetkan rampung pada 12 Oktober 2026.
Lintasan lari berstandar nasional dengan delapan jalur ini diproyeksikan menjadi fasilitas olahraga terbaik di Kabupaten Batang, sekaligus mengakhiri ketergantungan atlet daerah berlatih ke luar daerah.
Proyek lanjutan yang mulai dikerjakan sejak 15 Juni 2026 itu menelan anggaran sebesar Rp9,26 miliar.
Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan lapisan atas lintasan atau top layer, yang menjadi bagian penting untuk menghasilkan permukaan lintasan lari sesuai standar kompetisi.
Baca juga: Lokasi Siap, Pembangunan Sekolah Rakyat Batang Tunggu Lampu Hijau Pemerintah Pusat
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono mengatakan, pembangunan jogging track tersebut menjadi salah satu investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas olahraga sekaligus pelayanan publik.
"Pengerjaan jogging track Stadion Moh Sarengat dilanjutkan mulai 15 Juni 2026 dengan nilai kontrak Rp9,26 miliar."
"Saat ini, pekerjaan memasuki tahap penyelesaian lapisan atas lintasan," kata Endro, Minggu (26/7/2026).
Menurut Endro, lintasan yang dibangun mengacu pada spesifikasi lintasan lari di Stadion Jatidiri Semarang yang telah memenuhi standar nasional.
"Nantinya, memiliki delapan lintasan lari sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembinaan atlet maupun berbagai kegiatan olahraga lain," jelasnya.
Dia menjelaskan, selama ini, keterbatasan fasilitas latihan menjadi salah satu kendala bagi atlet-atlet atletik Batang.
Dengan hadirnya lintasan baru tersebut, para atlet diharapkan dapat menjalani program latihan secara maksimal tanpa harus mencari fasilitas di daerah lain.
Selain mendukung prestasi olahraga, jogging track juga dipersiapkan sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Stadion Moh Sarengat selama ini menjadi lokasi favorit warga untuk berlari, berjalan santai, hingga olahraga lain pada pagi dan sore hari.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Air Minum Kemasan Tak Tersedia Lagi dalam Rapat Dinas di Pemkab Batang
Kehadiran lintasan baru diharapkan meningkatkan keamanan, kenyamanan, sekaligus mendorong budaya hidup sehat.
"Kami optimistis, pekerjaan dapat selesai sesuai target, yakni pada 12 Oktober 2026, sehingga masyarakat dapat segera menikmati fasilitas olahraga yang lebih baik," harapnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur olahraga bukan sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang lebih kuat.
Dengan lintasan berstandar nasional, Batang diharapkan memiliki peluang lebih besar melahirkan atlet-atlet lari yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
"Kami berharap, fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi wadah pembinaan sehingga ke depan muncul bibit-bibit atlet lari yang mampu berprestasi membawa nama Kabupaten Batang," tutupnya. (*)