TRIBUNNEWS.COM - Setiap manusia pasti akan menghadapi berbagai ujian, kesulitan, dan tantangan.
Ada kalanya seseorang mendapatkan kebahagiaan, tetapi ada pula masa ketika harus menghadapi kegagalan, kehilangan, atau masalah yang berat.
Islam mengajarkan bahwa seorang muslim perlu menghadapi setiap keadaan dengan dua sikap utama, yaitu sabar dan bersyukur.
Sabar membantu seseorang tetap teguh ketika menghadapi ujian, sementara syukur membuat hati tetap tenang dengan menyadari bahwa setiap nikmat berasal dari Allah SWT.
Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan kemampuan untuk mengendalikan diri, menahan emosi, dan tetap berada dalam ketaatan kepada Allah meskipun menghadapi keadaan sulit.
Sementara itu, bersyukur adalah sikap menerima nikmat Allah dengan hati, mengucapkannya melalui lisan, serta menggunakannya untuk melakukan kebaikan.
Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa kesabaran merupakan salah satu kunci bagi seorang muslim dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Mengutip Quran Kemenag, berikut doa yang dapat dibaca agar selalu bersabar dan bersyukur.
Baca juga: Doa agar Istiqomah Bertaubat dan Selalu di Jalan Allah SWT
Rabbi auzi‘nii an asykura ni‘matakallatii an‘amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a‘mala shaalihan tardaahu wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim." (QS. Al-Ahqaf: 15)
Memiliki sifat sabar dan bersyukur memang membutuhkan latihan yang terus-menerus.
Sabar tidak muncul secara instan, begitu pula rasa syukur perlu dibiasakan dalam setiap keadaan.
Sebab, orang yang sabar dan bersyukur bukan berarti tidak pernah mengalami kesulitan, tetapi mereka mampu tetap percaya bahwa setiap ketentuan Allah selalu memiliki hikmah terbaik.
Berikut amalan yang dapat dilakukan untuk melatih kesabaran dan rasa syukur.
Salah satu cara melatih kesabaran dan rasa syukur adalah dengan memperbanyak mengingat Allah SWT melalui dzikir.
Ketika seseorang berdzikir, hatinya akan lebih tenang karena ia menyadari bahwa segala sesuatu dalam kehidupan berada dalam kehendak Allah. Dzikir juga membantu seseorang tidak mudah larut dalam kecemasan, kemarahan, maupun kekecewaan.
Allah SWT berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Saat menghadapi masalah, seorang Muslim dapat memperbanyak kalimat dzikir seperti hasbunallah wa ni’mal wakil yang berarti “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.”
Dengan mengingat Allah, seseorang akan lebih mudah menerima ketentuan-Nya dan belajar melihat hikmah di balik setiap kejadian.
Shalat merupakan sarana utama seorang hamba berkomunikasi dengan Allah SWT. Menjaga shalat tepat waktu dapat membantu seseorang memiliki hati yang lebih tenang dan kuat menghadapi ujian.
Dalam shalat, seorang muslim belajar untuk tunduk, berserah diri, dan menyadari bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah dalam setiap keadaan.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)
Selain menjaga kewajiban shalat lima waktu, seorang Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa, terutama ketika sedang menghadapi kesulitan. Memohon pertolongan Allah akan membuat hati lebih ringan karena menyadari bahwa setiap masalah memiliki jalan keluar atas izin-Nya.
Salah satu kunci memiliki sifat sabar adalah mampu mengendalikan diri. Manusia diberi akal, hati, dan hawa nafsu yang harus dikelola dengan baik.
Hati menjadi pusat pengendali perilaku seseorang. Jika hati dipenuhi keimanan, maka seseorang akan lebih mudah mengendalikan emosi dan memilih tindakan yang benar.
Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, menjaga kebersihan hati dengan menjauhi iri, marah berlebihan, dan prasangka buruk menjadi bagian penting dalam melatih kesabaran.
Setiap manusia tentu pernah merasakan kesulitan. Namun, seorang muslim diajarkan untuk tidak terus-menerus mengeluh hingga melupakan nikmat Allah.
Mengurangi keluhan bukan berarti tidak boleh merasakan sedih atau kecewa, tetapi belajar mengelola perasaan dengan cara yang baik.
Ketika menghadapi masalah, cobalah mencari solusi, berdoa, dan meyakini bahwa Allah memiliki rencana terbaik. Sikap seperti ini akan membuat hati lebih kuat dan membantu seseorang menerima ujian dengan lapang.
Allah SWT berfirman: “Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa setiap kesulitan selalu disertai dengan pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT.
Al-Qur’an merupakan petunjuk sekaligus penenang hati bagi umat Islam. Membaca dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an dapat membantu seseorang lebih sabar dalam menghadapi kehidupan.
Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang mengajarkan tentang kesabaran, tawakal, dan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah.
Allah SWT berfirman: “Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (QS. Sad: 29)
Dengan rutin berinteraksi dengan Al-Qur’an, hati akan lebih mudah menerima nasihat dan semakin dekat kepada Allah SWT.
Bersyukur bukan hanya dilakukan ketika mendapatkan sesuatu yang besar. Nikmat kecil seperti kesehatan, keluarga, kesempatan hidup, dan waktu luang juga harus disyukuri.
Orang yang terbiasa bersyukur akan lebih mudah merasa cukup dan tidak selalu membandingkan dirinya dengan orang lain.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Rasa syukur dapat diwujudkan dengan mengucapkan alhamdulillah, menggunakan nikmat untuk kebaikan, serta membantu orang lain yang membutuhkan.
Ketika menghadapi persoalan, emosi yang tidak terkendali sering membuat seseorang mengambil keputusan yang kurang tepat.
Karena itu, salah satu cara melatih kesabaran adalah dengan menenangkan diri terlebih dahulu sebelum bertindak. Jangan mengambil keputusan ketika sedang marah atau dikuasai emosi.
Dengan pikiran yang tenang, seseorang dapat melihat masalah dengan lebih jernih dan mencari solusi yang lebih baik.
Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Manusia memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan pertolongan Allah agar mampu tetap sabar dan bersyukur.
Memperbanyak istighfar dapat membersihkan hati dari kesalahan, sedangkan doa menjadi bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan kekuatan.
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tawaffanaa muslimiin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (Muslim).” (QS. Al-A’raf: 126)
Doa tersebut mengajarkan bahwa kesabaran adalah anugerah dari Allah yang perlu selalu dimohonkan.
Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap sikap seseorang. Bergaul dengan orang-orang yang baik dapat membantu menjaga iman, memperkuat kesabaran, dan meningkatkan rasa syukur.
Sebaliknya, lingkungan yang buruk dapat membuat seseorang mudah mengeluh, kehilangan semangat, dan jauh dari Allah.
Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Karena itu, memilih teman yang membawa pengaruh positif merupakan bagian dari usaha memperbaiki diri.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)