TRIBUNNEWS.COM - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyerang siapa saja, termasuk usia muda.
Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung, mulai dari gaya hidup hingga kondisi kesehatan tertentu.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Kardiologi Emirates Indonesia, dr. Alii Zaenal Abidin, Sp.JP, FIHA, menjelaskan bahwa faktor risiko penyakit jantung tidak selalu sama pada setiap orang.
Dalam podcast Tribun Health di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, dr. Alii mengatakan bahwa penyebab penyakit jantung dipengaruhi oleh berbagai faktor.
"Walaupun faktor risiko tiap individu berbeda, bisa karena rokok atau darah tinggi," jelas dr. Alii, dikutip Minggu (26/7/2026).
Artinya, seseorang dapat memiliki penyebab dominan yang berbeda dengan orang lain, tergantung kondisi kesehatan maupun gaya hidup yang dijalani.
Meski faktor risiko penyakit jantung beragam, dr. Alii menegaskan bahwa kebiasaan merokok menjadi faktor yang paling sering ditemukan pada pasien, terutama mereka yang masih berusia muda.
"Yang paling sering dan paling banyak ditemukan, terutama pada usia muda, adalah merokok," ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan merokok memberikan dampak yang besar terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.
Baca juga: Kenali Tanda Awal Gangguan Jantung yang Sering Diabaikan, Jangan Keliru dengan Asam Lambung!
Melihat tingginya risiko yang ditimbulkan, dr. Alii mengimbau masyarakat untuk mulai menghentikan kebiasaan merokok.
Bagi perokok yang merasa sulit berhenti secara langsung, ia menyarankan agar proses berhenti dilakukan secara bertahap.
"Kalau memang sulit berhenti total, bisa dimulai dengan mengurangi frekuensi merokok terlebih dahulu," sarannya.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu perokok melepaskan ketergantungan secara perlahan hingga akhirnya benar-benar berhenti.
Mengurangi hingga menghentikan kebiasaan merokok merupakan salah satu upaya penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Dengan menghindari faktor risiko utama tersebut, peluang terjadinya penyakit jantung dapat ditekan.
Dr. Alii berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat, termasuk berhenti merokok, agar kesehatan jantung tetap terjaga hingga usia lanjut.
(Tribunnews.com/Latifah)