TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebanyak 1.404 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diwisuda di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/7/2026).
Sidang senat terbuka dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, di Balairung Rudini.
Lulusan yang diwisuda terdiri atas 48 orang Program Doktor Ilmu Pemerintahan, 73 orang Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 orang Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, dan 82 orang Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan wejangan kepada para wisudawan akan pentingnya mereka yang akan mengisi birokrasi di negeri ini untuk terus belajar.
Pelajaran yang disarankan bahkan hingga jenjang S1 Ilmu Pemerintahan, serta jenjang S2 dan S3 jurusan tersebut. Hal ini karena menjadi birokrat adalah urusan yang bertalian dengan profesi.
Dia kemudian menjelaskan empat kriteria profesi, termasuk birokrat yang harus berbeda dengan mereka yang menggeluti keahlian (craft), meskipun bidang yang dijalani ada kesamaan.
Dia mengumpamakan profesi kesehatan antara dokter dengan (tanpa niat merendahkan profesi) para pedagang obat di pinggir jalan.
"Kemudian profesi advokat, yang tentu beda dengan calo perkara," kata Tito Karnavian.
Menurutnya, ada empat kriteria profesi, yaitu berbasis ilmu pengetahuan, melalui pendidikan panjang, memiliki kode etik, dan berlandaskan pengabdian masyarakat.
Para lulusan kepamongprajaan yang diwisuda hari ini akan dikukuhkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (29/7/2026).