Nyawa Dibayar Nyawa! Jenderal Elite IRGC Ancam 1 Warga Iran Tewas, 1 Tentara AS Jadi Tumbal
Aura Dewi Arafuru July 26, 2026 02:12 PM

- Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, melontarkan ancaman baru kepada Amerika Serikat.

Ia menyatakan setiap warga sipil Iran yang tewas akibat serangan AS akan dibalas dengan kematian satu tentara Washington.

Menurut Abdollahi, kebijakan tersebut kini menjadi doktrin operasional resmi militer Iran.

Ia menegaskan aturan itu bukan lagi sekadar peringatan kepada Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Abdollahi juga menyebut Iran telah menyiapkan "tiket langsung ke neraka" bagi pasukan AS.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika serangan AS ke wilayah Iran disebut telah memasuki malam ke-13 berturut-turut.

Menurut pihak Iran, serangan tersebut menghantam sejumlah infrastruktur sipil di berbagai wilayah.

Iran menyebut sasaran yang terdampak antara lain jembatan dan fasilitas pengolahan air.

Pemerintah Iran mengklaim sedikitnya 55 orang tewas dan lebih dari 640 lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai balasan, Iran mengaku telah menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, IRGC dan Angkatan Darat Iran mengumumkan serangan ke pangkalan AS di Kuwait, Yordania, Bahrain, dan Erbil.

IRGC juga mengimbau warga di negara-negara yang menjadi tuan rumah pasukan AS agar menjauh setidaknya 500 meter dari lokasi militer AS.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan Iran akan menghadapi balasan yang jauh lebih besar.

Melalui media sosial, Trump menyatakan setiap tentara AS yang tewas akan dibalas dengan tindakan berkali-kali lipat terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah personel militer AS dilaporkan tewas dalam serangan di kawasan Timur Tengah.

Hingga kini, belum ada bukti independen yang dapat memverifikasi seluruh klaim Iran mengenai korban maupun kerusakan.

Sementara itu, ketegangan kedua negara terus meningkat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.