Masyallah, Dedi Mulyadi Tawarkan Pekerjaan Baru ke Satpam Bundaran HI yang Viral usai Cekcok dengan Pengemudi Alphard
Widy Hastuti Chasanah July 26, 2026 02:34 PM

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tawarkan pekerjaan baru kepada satpam Bundaran HI yang viral usai cekcok dengan pengemudi Alphard. Ia mengaku memiliki alasan tersendiri kenapa memberi pekerjaan baru pada satpam tersebut.

Seperti diketahui, baru-baru ini viral di media sosial seorang satpam bernama Fiktor Harefa yang terlibat cekcok dengan polisi pengemudi dan penumpang Alphard yang arogan di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Fiktor mengaku sempat mendapat makian, merasa terpojok hingga bersujud minta maaf kepada pengemudi Alphard tersebut.

Padahal menurut Fiktor, awalnya ia hanya ingin membantu pejalan kaki menyeberang di Bundaran HI. Namun, saat lampu lalu lintas berubah merah, sebuah mobil Toyota Alphard tetap melaju sehingga ia mengetuk kaca mobil sambil menegur pengemudi.

Tak terima ditegur, pengemudi bersama dua penumpangnya kemudian keluar dari mobil dan melakukan intimidasi pada korban. Korban pun sampai bersujud minta maaf walau tidak bersalah.

Setelah video tersebar ke publik, netizen ramai memberi komentar. Bahkan, banyak yang menanyakan nasib satpam Bundaran HI yang viral usai cekcok dengan pengemudi Alphard tersebut.

Terkait hal itu, baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikut turun tangan. Melansir TribunJakarta.com, Dedi Mulyadi tawarkan pekerjaan baru ke satpam Bundaran HI.

Dedi meminta agar Fiktor bekerja sebagai satpam di Gedung Sate yang merupakan kantor Gubernur Jabar. Hal itu diketahui dari postingan di media sosial Dedi Mulyadi pada Sabtu (25/7/2026).

"Bertemu Bang Fiktor, satpam yang kemarin ramai di Bundaran HI. Beliau berniat pindah kerja di Bandung saja," tulis keterangan postingan Dedi Mulyadi dikutip Sabtu (25/7/2026).

Walau Fiktor kini masih menjadi satpam di proyek MRT Bundaran HI, namun Dedi serius menawarkan pekerjaan tersebut. Pasalnya, Fiktor diketahui merupakan warga Bandung meskipun berasal dari Nias, Sumatera Utara.

"Tinggal di Pasteur. Dan sengaja ketemu saya hari ini untuk pindah kerja sebagai security."


"Jadi insya allah nanti rencananya pindah kerja sebagai security di Jakarta menjadi security di Bandung," kata Dedi Mulyadi tawarkan pekerjaan baru ke satpam Bundaran HI.

Dedi Mulyadi mengatakan, nantinya Fiktor akan bekerja sebagai satpam di sekitar Gedung Sate yang saat ini sedang ada proyek penataan halaman Gedung Sate. Dedi Mulyadi juga meyakini jajaran Polda Jawa Barat akan bersikap tegas pada tiga anggotanya yang melakukan pelanggaran di Bundaran HI.

"Kita juga semua sama-sama saling menghargai tugas kita masing-masing," kata Dedi Mulyadi.

Kronologi Satpam Bundaran HI Viral Usai Cekcok dengan Pengemudi Alphard

Melansir Kompas.com, peristiwa itucbermula saat Fiktor membantu pejalan kaki menyeberang di Bundaran HI. Ketika lampu lalu lintas berubah merah, sebuah mobil Toyota Alphard tetap melaju sehingga ia mengetuk kaca mobil sambil menegur pengemudi.

Pengemudi bersama dua penumpangnya kemudian keluar dari mobil. Menurut Fiktor, ketiga orang tersebut mendorongnya. Ia pun mengajak mereka menyelesaikan persoalan di pos polisi terdekat.

"Nah, karena pospolnya ada di depan bundaran sebelah kiri, saya bawa mereka ke situ. Dan sambil dorong-dorong saya di jalan, 'Mana pospolnya? Ayo ke pospol! Saya tidak takut, saya juga aparat'," ujar Fiktor.

Setelah mencoba menjelaskan kronologi kejadian kepada kepala pos polisi,
Fiktor justru mengaku dinyatakan bersalah oleh kepala pos polisi tersebut. Hal itu lah yang membuat pengendara Alphard makin menyudutkannya.

"Setelah saya sudah memberitahu kronologinya, dan kepala pospolnya menyampaikan ke saya, 'Kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,'" ucap dia.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas'," ungkap dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.