TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta resmi memberikan peran baru kepada Erwan Hendarwanto setelah kondisi kesehatannya mulai membaik pascamengalami gangguan kesehatan.
Pelatih yang membawa PSIM Yogyakarta juara Liga 2 2024/2025 dan promosi ke Super League itu kini dipercaya menjabat sebagai Direktur Akademi PSIM Akademi Bintang Cendikia (ABC) sekaligus menjadi penanggung jawab Elite Pro Academy (EPA).
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, mengatakan keputusan tersebut diambil karena pihaknya masih membutuhkan kapasitas dan pengalaman Coach Erwan dalam pengembangan pemain muda.
“Coach Erwan itu salah satu sumber daya manusia yang diperlukan oleh PSIM. Secara kemampuan, ya. Tapi kan kesehatannya kemarin memang ada kendala kesehatan,” kata Yuliana, Minggu (26/7/2026).
Di balik penunjukan tersebut, Liana juga menitipkan misi besar kepada Erwan, yakni membangun pembinaan usia muda PSIM Yogyakarta dengan menjunjung tinggi integritas.
Ia menegaskan tidak boleh ada praktik-praktik yang mencederai proses pembinaan, termasuk dugaan pungutan kepada orangtua pemain Elite Pro Academy.
“Saya juga perlu diperbantukan untuk youth development. Enggak ada yang namanya kita ngambil uang dari orangtua murid yang ada di EPA. Karena banyak juga yang laporan. Saya bukannya enggak dengar, saya dengar,” tegasnya.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Resmi Umumkan Susunan Tim Kepelatihan untuk Super League 2026/27
Yuliana menekankan bahwa integritas menjadi nilai utama yang tidak bisa ditawar di tubuh PSIM Yogyakarta.
Menurutnya, siapapun yang tidak sejalan dengan prinsip tersebut dipersilakan mencari tempat lain.
“Untuk PSIM ini khususnya, saya punya nilai integritas. Jadi kalau enggak cocok sama PSIM dengan nilai integritas tersebut, jangan ada di sini. Silakan di klub lain saja,” katanya.
Ia juga memastikan investasi yang dilakukan PSIM Yogyakarta terhadap akademi benar-benar ditujukan untuk pembinaan pemain muda menuju tim utama, bukan untuk kepentingan komersial.
“Saya betul-betul ingin semuanya di bawah manajemen PSIM. Saya tidak pernah jual slotnya, saya tidak pernah makelarin. Itu benar-benar untuk pengembangan usia muda, di mana nanti wadahnya adalah klub profesional first team,” ungkapnya.
Dengan penugasan baru tersebut, Erwan akan memimpin seluruh program PSIM Akademi Bintang Cendikia sekaligus menjadi sosok sentral dalam pengelolaan Elite Pro Academy PSIM.
“Coach Erwan kita angkat sebagai Direktur Akademi PSIM Akademi Bintang Cendikia Jogja. Jadi EPA, ya. Jadi dia bapaknya EPA,” pungkas Yuliana. (*)

