Laporan jurnalis TribunPapuaBarat.com, Matius Pilamo Siep
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Komunitas Rimba Manokwari menggelar perayaan Hari Puisi Indonesia ke-4 bertajuk "Sastra Merawat Kata, Merawat Peradaban" di Kampung Cigebey, Kelurahan Andai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sastra dengan menghadirkan diskusi, pembacaan puisi, hingga pertunjukan seni yang melibatkan pelajar, komunitas, dan pegiat sastra di Kabupaten Manokwari.
Dalam rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan dua narasumber dalam sesi bincang-bincang sastra, yakni Budayawan Papua, Adolf Tapilatu Rumaikewi dan Pegiat Literasi, Lamek Dowansiba, yang membahas perkembangan sastra serta pentingnya menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda.
Selain itu, siswa-siswi SMP Katolik Villanova Manokwari turut diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah komunitas dan pegiat literasi.
Baca juga: Peringati HAN, Bunda PAUD Fakfak Ajak Anak-anak Tanam Pala Grafting Tomandin
Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com, acara berlangsung semarak dengan penampilan pembacaan puisi secara bergantian yang dibawakan oleh Komunitas Rimba Manokwari, siswa SMP Katolik Villanova Manokwari, serta Perempuan Mahardika.
Tak hanya pembacaan puisi, para siswa SMP Katolik Villanova juga menampilkan tarian Yosim Pancar dengan mengenakan atribut adat yang mendapat apresiasi dari para peserta dan tamu undangan.
Ketua Komunitas Rimba Manokwari, Maria Roslinde Minis mengatakan, peringatan Hari Puisi Indonesia merupakan upaya memperkenalkan sastra kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus membangun ruang kreatif bagi para penulis dan pegiat literasi di Papua Barat.
"Ini merupakan perayaan Hari Puisi Indonesia yang keempat. Sebelumnya kami juga telah melaksanakan kegiatan serupa dengan menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten di bidang sastra," ujarnya.
Ia berharap peringatan Hari Puisi Indonesia dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah untuk menumbuhkan minat membaca, menulis, dan berkarya di kalangan masyarakat.
Baca juga: Meski Masih Dikerjakan, Jalan Lintas Fakfak-Siboru Dimanfaatkan Warga untuk Olahraga dan Rekreasi
Menurutnya, salah satu hasil dari kegiatan tahun ini adalah rencana penerbitan buku yang merupakan kumpulan karya sastra hasil kolaborasi Komunitas Rimba Manokwari bersama siswa SMP Katolik Villanova Manokwari.
"Apabila buku tersebut berhasil diterbitkan, maka Komunitas Rimba Manokwari telah menghasilkan lima buku karya sastra," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya juga berkomitmen mengembangkan budaya literasi melalui pelatihan dan pendampingan penulisan karya sastra bagi pelajar maupun komunitas di Manokwari.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai sastra dan menjadikan kegiatan menulis sebagai sarana untuk mengekspresikan gagasan, melestarikan budaya, serta memperkaya khazanah literasi di Papua Barat. (*)