TRIBUNKALTARA.COM - Berikut ini imbauan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Tarakan menjelang dilaksanakannya Job Fair 2026.
Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Tarakan mengimbau calon pencari kerja membawa dokumen persyaratan, termasuk Kartu Kuning atau AK-1 saat datang ke lokasi Job Fair 2026 di Tarakan.
Job Fair adalah ajang rekrutmen yang mempertemukan perusahaan dan pencari kerja untuk mempermudah proses perekrutan dan mendapatkan pekerjaan.
Rencananya, Job Fair 2026 di Tarakan akan dihelat pada Kamis 30 Juli 2026 pekan depan.
Salah satu perusahaan calon peserta Job Fair 2026 di Tarakan yakni PT Matahari Putra Prima
PT Matahari Putra Prima diketahui akan membuka gerai Hypermart di Tarakan.
Perusahaan Hypermart membutuhkan puluhan tenaga kerja, untuk ditempatkan di Tarakan.
Puluhan tenaga kerja yang akan direkrut Hypermart, berasal dari tenaga kerja lokal.
Selain Hypermart, sejumlah perusahaan lain juga telah menyatakan minat bergabung dalam Job Fair 2026 di Tarakan, meski masih melengkapi data kebutuhan tenaga kerja.
Termasuk di antaranya Home Depo dan Bank Sinarmas.
Tak hanya sektor ritel dan perbankan, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Tarakan juga mengundang perusahaan di sektor perikanan, khususnya cold storage untuk membuka peluang kerja.
Baca juga: Lakukan Penegakan Kepatuhan Penyelenggaraan Program, BPJAMSOSTEK Tarakan Gandeng Disnaker Tarakan
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Tarakan, Agus Sutanto, yang dikonfirmasi Minggu (26/7/2026), menyampaikann persiapan pelaksanaan bursa kerja masih terus dimatangkan.
Saat ini, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Tarakan masih menghimpun informasi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang telah diundang untuk berpartisipasi.
"Untuk kegiatan Job Fair, ini di Tarakan insyaallah akan dilaksanakan tanggal 30 Juli.
Hari Kamis depan, minggu depan ini," kata Agus Sutanto, saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Menurut Agus, pihaknya telah mengirimkan surat kepada lebih dari 60 perusahaan agar dapat bergabung dalam kegiatan tersebut.
Dari perusahaan yang sudah memberikan kepastian, salah satunya adalah PT Matahari Putra Prima yang akan membuka gerai Hypermart di Tarakan.
Perusahaan tersebut dipastikan membutuhkan puluhan tenaga kerja, yang seluruhnya akan direkrut dari tenaga kerja lokal.
"Yang sudah pasti, satu yang sudah menyampaikan, itu dari salah satu perusahaan akan buka gerai retail di sini.
Itu PT Matahari Putra Prima, itu buka Hypermart," ujarnya.
Ia menambahkan, Hypermart telah menyampaikan kebutuhan sebanyak 42 tenaga kerja.
"Ini sudah pasti.
Ini sudah menyampaikan dan nanti setelah tanggal 30 ini teman-teman yang pencari kerja silakan aja mendaftar.
Link-nya sudah tersedia, ada barcode, bisa datang juga pada saat Job Fair," ucapnya.
Agus mengimbau para pencari kerja membawa dokumen persyaratan, termasuk Kartu Kuning atau AK-1.
Namun bagi masyarakat yang belum memilikinya, pihaknya tetap membuka layanan pembuatan kartu tersebut di lokasi kegiatan.
"Kartu Kuning jangan lupa.
Tapi kalau pada saat ini belum ada Kartu Kuning, silakan nanti bisa kita buka loket pelayanan juga di stand," katanya.
Ia menjelaskan, proses penerbitan Kartu Kuning relatif singkat apabila jaringan internet mendukung.
"Bahkan kalau normal itu 15 menit selesai Kartu Kuning itu, kalau jaringannya bagus dan sebagainya.
Tapi kalau jaringannya nanti kita juga bisa offline juga, tapi juga tetap dilayani ya, satu hari selesai juga," jelasnya.
Selain Hypermart, sejumlah perusahaan lain juga telah menyatakan minat bergabung, meski masih melengkapi data kebutuhan tenaga kerja.
Di antaranya Home Depo dan Bank Sinarmas.
"Yang sudah konfirmasi juga ada beberapa perusahaan tapi datanya belum.
Seperti Home Depo, terus kemudian Sinar Mas, Bank Sinar Mas, itu juga rencana akan buka," ujarnya.
Baca juga: Sampai H+2 Idul Fitri, Disnaker Tarakan Belum Terima Laporan Perusahaan Tak Bayarkan THR Pekerjanya
Tak hanya sektor ritel dan perbankan, Disnakerin juga mengundang perusahaan di sektor perikanan, khususnya cold storage untuk membuka peluang kerja.
Menurut Agus, lowongan dari sektor tersebut umumnya diperuntukkan bagi tenaga nonkeahlian, seperti pengupas udang, sehingga dapat diikuti oleh pencari kerja dengan jenjang pendidikan di bawah SLTA.
"Cold storage itu ada juga lowongan, tapi kebanyakan mereka memang untuk tenaga-tenaga yang non-skill, seperti pengupas udang dan sebagainya.
Tapi itu biasanya lebih banyak.
Dan pendidikannya juga di bawah SLTA pun diterima juga," katanya.
Sementara itu, kebutuhan tenaga kerja di Hypermart memiliki kualifikasi berbeda.
Seluruh posisi yang dibuka diperuntukkan bagi lulusan sarjana dari berbagai jurusan.
"Seluruh tenaga kerjanya yang di Tarakan ini akan direkrut oleh tenaga kerja lokal.
Alhamdulillah 100 persen," ungkap Agus.
Ia menegaskan, mulai posisi supervisor hingga kasir membutuhkan lulusan S1, tanpa membatasi latar belakang jurusan.
"Minimal S1, S1 semuanya.
Mulai supervisor sampai tenaga kasir dan sebagainya.
Seluruh jurusan diterima," katanya.
Meski demikian, Agus mengakui belum semua sektor usaha dapat dipastikan ikut dalam Job Fair.
Industri perkayuan dan pertambangan, misalnya, masih terdampak kondisi ekonomi global.
"Saat ini kan pertambangan, perkayuan kan terpengaruh dengan gejolak ekonomi global.
Jadi sepertinya mereka bisa bertahan saja sudah syukur informasinya," ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya mencatat hingga Juli 2026 terdapat sekitar 800 pencari kerja yang telah terdaftar atau mengurus Kartu Kuning di Kota Tarakan.
Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena belum mencakup lulusan baru yang belum melakukan pendaftaran.
"Saat ini ini sudah sekitar 800-an.
Yang terdaftar, yang ngurus Kartu Kuning.
Belum lagi yang baru lulus, kemudian mungkin belum sempat ngurus Kartu Kuning, mungkin lebih banyak lagi," jelas Agus.
Ia menyebut lulusan SMA atau sederajat masih mendominasi daftar pencari kerja di Tarakan.
"Yang paling banyak lulusan SLTA.
Lebih dari kurang lebih 50 sampai 60 persen itu lulusan SLTA pencari kerja yang terdaftar.
Setelah itu yang mendominasi pencari kerja adalah S1, kurang lebih 30-an persen.
Yang lainnya sekitar 20 persen untuk SMP, SD dan lainnya," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah