TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi melalui penyesuaian dan realokasi distribusi antar wilayah. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran pupuk mengikuti kebutuhan riil petani berdasarkan pola dan periode tanam.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan realokasi pupuk subsidi dilakukan untuk memastikan ketersediaan pupuk tepat sasaran. Penyesuaian diarahkan terutama bagi sentra tanaman pangan seperti padi sawah dan hortikultura yang membutuhkan tambahan pasokan pada musim tanam tertentu.
Menurutnya, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah. "Kami menjaga ketahanan pangan daerah guna memastikan penyerapan pupuk bersubsidi berjalan optimal dan tepat sasaran," ujar Risvandika, Sabtu (25/7).
Risvandika menjelaskan, pembahasan realokasi dilakukan setelah ditemukan sejumlah wilayah yang penyerapannya belum maksimal. Pupuk dari daerah yang memiliki kelebihan alokasi kemudian dialihkan ke wilayah yang membutuhkan tambahan sesuai kondisi di lapangan. Kebijakan tersebut diharapkan membuat seluruh kuota pupuk subsidi terserap secara optimal sekaligus mendukung peningkatan hasil panen petani.
"Proses realokasi pupuk subsidi dilakukan secara breakdown mulai dari tingkat kecamatan hingga menyasar langsung ke desa-desa yang disesuaikan dengan peta wilayah tanaman pangan," jelas Risvandika.
Selain memastikan distribusi lebih efektif, harga pupuk subsidi juga telah disesuaikan lebih murah sejak akhir tahun 2025. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram atau dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per sak berukuran 50 kilogram. Sementara itu, pupuk NPK Phonska turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram atau dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak.
Tidak hanya pupuk kimia, harga pupuk organik juga mengalami penurunan dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram. Penurunan harga tersebut diharapkan semakin meringankan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan pemanfaatan pupuk sesuai rekomendasi. Kondisi ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian melalui ketersediaan pupuk yang cukup dan terjangkau.
"Masyarakat petani tidak perlu khawatir akan kelangkaan karena kuota total kebutuhan pupuk subsidi untuk Kabupaten Bangka Selatan tetap dan mencukupi. Penyesuaian yang dilakukan murni bersifat teknis geografis dan penjadwalan masa tanam," tegasnya. (u1)