TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Air bersih sebanyak 108 ribu liter telah disalurkan ke wilayah kekeringan di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.
Penyaluran air bersih yang melibatkan sejumlah instansi ini telah berlangsung sejak 15 sampai 25 Juli 2026.
Baca juga: Enam Desa di Kabupaten Semarang Kekeringan, Air Bersih Dikirim Tiap Tiga Hari Sekali
Kepala BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kasi Kedaruratan, Munaji, mengatakan, terakhir penyaluran air bersih dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebanyak 10 ribu liter pada Sabtu 25 Juli 2026.
“Hampir setiap hari kami melakukan penyaluran air bersih,” kata Munaji kepada Tribunjateng.com, Minggu (26/7/2026).
Munaji melanjutkan, selama ini penyaluran air bersih hanya disalurkan ke Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sebab, katanya, saat ini hanya di desa tersebut yang baru membutuhkan suplai air bersih karena kekeringan.
Sejak 15 sampai 25 Juli, total sudah sebanyak 108 ribu liter air bersih yang disalurkan ke Desa Glagahwaru. Air bersih sebanyak itu merupakan penyaluran dari BPBD Kudus sebanyak 65 ribu liter, dari BBWS sebanyak 20 ribu liter, dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus sebanyak 5 ribu liter, dari PMI sebanyak 5 ribu liter, dan dari PDAM Kudus sebanyak 13 ribu liter.
“Untuk penyaluran yang dilakukan itu menyasar ke warga yang tinggal di RW 1, RW 2, RW 3 total ada 1.289 jiwa yang terdampak kekeringan,” kata dia.
Baca juga: Bencana Kekeringan Terus Meluas di Jawa Tengah
Sementara Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, kekeringan yang terjadi di Desa Glagahwaru menjadi perhatian serius pihaknya. Pihaknya memerintahkan setiap organisasi perangkat daerah untuk bahu membahu untuk menyelesaikan keluhan warga.
Sebelumnya, kata Sam’ani, pihaknya menerima aduan dari warga Glagahwaru terkait sumur air yang menjadi sumber kehidupan warga mulai surut. Sedangkan air yang masih tersedia di sumur sudah mulai berbau.
“Dari keluhan itu kami akan salurkan air bersih melalui berbagai instansi yang ada,” kata Sam’ani. (Goz)