Festival Alunan Budaya Pringgasela Siap Naik Status Jadi Event Berskala Kabupaten
Wahyu Widiyantoro July 26, 2026 07:04 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan Festival Alunan Budaya Pringgasela naik jadi agenda berskala kabupaten pada tahun depan. 

Langkah ini menguat setelah festival berbasis tenun tradisional itu kembali terpilih dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadikannya pencapaian tiga kali berturut-turut masuk program nasional Kementerian Pariwisata.

Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa pihaknya memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival tersebut.

 Menurut dia, even ini merupakan satu-satunya perwakilan dari daerahnya yang masih bertahan di KEN.

"Komitmen pemerintah daerah sangat besar karena ini adalah satu-satunya event yang tersisa dari Lombok Timur dalam Karisma Event Nusantara. Maka kami wajib terus mendukungnya," tuturnya, pada Sabtu (25/7/2026).

Baca juga: Dinas Kebudayaan NTB Memastikan Semua Daerah Gelar Event Budaya

Edwin menambahkan, festival ini tak hanya menyuguhkan atraksi seni, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi warga di kawasan penyelenggaraan, bahkan hingga ke desa-desa penyangga di sekitar Pringgasela. 

Ia menyebut, pihak penyelenggara telah mencatat peningkatan dampak ekonomi setiap tahun, yang turut menjadi pertimbangan dalam penilaian KEN.

Ke depan, Pemkab Lombok Timur akan mengembangkan festival ini menjadi even tingkat kabupaten dengan lokasi yang berpindah-pindah. 

"Tahun depan, ini akan menjadi event Lombok Timur. Bisa saja tempatnya digeser ke wilayah lain. Tahun ini, kami awali dengan tema Pringgasela Raya," jelas Edwin.

Terpisah Sinta Agathia M. Iqbal, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, memberikan apresiasi atas kegigihan pemuda Pringgasela dalam merawat warisan tenun sekaligus mengemasnya secara atraktif. 

Ia menilai kegiatan tersebut patut menjadi contoh bagi daerah lain di NTB.

"Ini pencapaian yang cukup langka. Semoga bisa menginspirasi daerah-daerah lain. Terima kasih kepada generasi muda Pringgasela yang terus menjaga eksistensi tenun ini," ucap Sinta.

Sinta mengatakan akan memperkuat sinergi dengan komunitas dan pemerintah setempat demi keberlanjutan tenun Pringgasela. 

"Kami akan terus bergandengan tangan dengan rekan-rekan di sini untuk melestarikan warisan ini," tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, menilai Lombok Timur memiliki potensi budaya paling besar di provinsi ini. Ia menyoroti semangat generasi muda sebagai faktor kunci keberlanjutan tradisi.

"Pringgasela datang kepada kami bukan untuk meminta bantuan, tapi justru mengundang. Itu bukti kemandirian. Anak-anak muda di Lombok Timur hebat, karena mereka yang menawarkan berbagai even dan kami di belakang mereka," ungkapnya.

Ihwan menyatakan, Pemerintah Provinsi NTB bertekad memperkuat ekosistem budaya, salah satunya dengan mempromosikan kain tenun melalui Balai Kitai di kawasan Islamic Center NTB. 

Menurutnya, kunci sukses Pringgasela adalah mampu mempertahankan tradisi sambil menghadirkan sentuhan kekinian.

"Saya bergidik melihat anak-anak muda tadi. Mereka bangga akan budaya, tapi mengemasnya dengan cara modern. Budaya tak cukup ditampilkan dengan cara lama; tradisi harus hidup dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman," tutupnya.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi, Festival Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya diharapkan terus berkembang sebagai etalase budaya sekaligus roda penggerak ekonomi kreatif di Lombok Timur.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.