Saksi Mata Beberkan Awal Bentrokan di Jalan Tambak Jakarta Pusat, Satu Orang Tewas
Feryanto Hadi July 26, 2026 07:17 PM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Suasana Minggu pagi di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mendadak berubah mencekam setelah bentrokan antara warga dan sekelompok orang pecah, Minggu (26/7/2026).

Kericuhan yang berlangsung selama beberapa jam itu diwarnai aksi saling lempar batu, perusakan, pembakaran, hingga penggunaan senjata tajam. Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Salah seorang saksi mata, Yuli (26), mengatakan bentrokan mulai terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurutnya, keributan diduga dipicu persoalan di sebuah warung yang kemudian memancing ketegangan antara warga dan kelompok yang berada di dalam area lahan kosong.

"Yang aku lihat sih, kelompok ini mungkin disuruh tutup, terus enggak terima. Jadi warga sempat dorong-dorong gerbang," kata Yuli saat ditemui di lokasi, Minggu sore.

Situasi kemudian memanas ketika kelompok yang berada di dalam kawasan tersebut keluar dan terlibat bentrok dengan massa yang sudah berkumpul di luar.

Yuli mengaku melihat aksi saling lempar batu dari kedua belah pihak. Bahkan, menurutnya, sejumlah orang juga membawa senjata tajam.

"Terus kelompok ini enggak terima, keluar semua. Driver ojek online ada juga yang ikut. Lempar batu, terus ada yang bawa celurit dan senjata tajam," ujarnya.

Ia menyebut aksi saling serang terjadi dari dua arah.

Baca juga: Bentrok di Hotel Sultan: Batu dan Bambu Melayang, Pasukan Anti Huru-hara Turun Tangan

"Dari dalam ke luar, luar ke dalam, saling lempar," ucapnya.

Yuli mengaku tidak mengetahui pasti jumlah orang yang terlibat. Namun, berdasarkan pengamatannya, jumlah warga jauh lebih banyak dibanding kelompok yang berada di dalam area tersebut.

Kericuhan semakin membesar setelah gerbang di salah satu sisi lokasi jebol.

Menurut Yuli, sebagian warga kemudian masuk ke area tersebut sehingga bentrokan semakin sulit dikendalikan.

"Warga masuk dari pintu sebelah kanan yang jebol, terus langsung ada bakar-bakaran," katanya.

Selain gerbang, sebagian tembok pembatas di lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat bentrokan.

Yuli mengaku awalnya tidak menyadari sedang terjadi bentrokan. Saat itu ia tengah bekerja dan mengira suara gaduh yang terdengar berasal dari kecelakaan lalu lintas.

"Saya dengar suara teriak-teriakan. Saya kira kecelakaan atau apa, ternyata kelompok ini sama warga," tuturnya.

Selama kericuhan berlangsung, ia mendengar suara benda pecah berulang kali, namun tidak mendengar adanya suara ledakan.

Menurut pengamatannya, warga yang berada di luar lokasi lebih banyak membawa senjata tajam, sedangkan kelompok di dalam kawasan lebih dominan melakukan aksi pelemparan batu.

Bentrokan tersebut diperkirakan berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB.

Yuli mengatakan aparat kepolisian baru terlihat dalam jumlah besar ketika situasi sudah berlangsung cukup lama.

"Baru ramai polisi datang," katanya.

Pantauan Wartakotalive.com pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB menunjukkan lokasi bentrokan telah dipasangi garis polisi.

Di dalam area kejadian masih terlihat puing bangunan, pecahan kaca, serta tiga unit sepeda motor yang hangus terbakar.

Meski situasi telah kondusif, puluhan personel Brimob dan Sabhara masih berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi bentrokan susulan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan dua korban sempat dievakuasi dari lokasi dalam kondisi kritis.

Namun, satu di antaranya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSCM.

"Informasi terbaru, dari dua orang yang diamankan dari TKP dalam kondisi kritis saat dibawa. Namun ketika di rumah sakit, ada satu yang sudah meninggal," ujar Roby.

Selain korban, polisi juga mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan. Enam orang berasal dari salah satu kelompok yang terlibat bentrokan, sementara dua lainnya berasal dari kelompok lawan.

Menurut Roby, petugas sempat berupaya melerai bentrokan. Namun, besarnya jumlah massa membuat situasi sulit dikendalikan sehingga menimbulkan korban.

Hingga Minggu malam, polisi masih menyelidiki penyebab pasti bentrokan, termasuk motif yang memicu kericuhan berdarah tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.