TRIBUNNEWS.COM - Timnas voli putra Indonesia mengunci medali perunggu SEA V Cup 2026 leg kedua usai mengalahkan Kamboja, Minggu 926/7/2026).
Bertempat di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Timnas voli putra Indonesia menang atas Kamboja dengan skor 3-1 (25-18, 19-25, 25-20, 26-24).
Medali perunggu memang tidak sesuai target yang ditetapkan. Awalnya Farhan Halim dkk diharapkan bisa menjadi juara SEA V Cup 2026 leg kedua.
Namun setidaknya, Timnas voli putra Indonesia mampu menyudah laga terakhir dengan kemenangan di hadapan suporter sendiri.
Setelah sebelumnya meraih medali perak SEA V Cup 2026 leg pertama, Timnas voli putra Indonesia harus puas mendapat perunggu leg kedua.
Hasil SEA V Cup 2026 leg pertama dan kedua menjadi modal penting bagi skuad asuhan Reidel Toiran jelang tampil di Asian Games 2026.
Timnas voli putra Indonesia akan melakoni Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
Dari hasil drawing, Timnas voli putra Indonesia masuk Grup A bersama Iran, Thailand, dan Kyrgyzstan.
Baca juga: Hasil Uji Coba: Timnas Voli Putri Indonesia Catat 3x Kekalahan dari Korea Selatan
Indonesia langsung tampil agresif sejak set pertama. Serangan cepat Luvi membuka keunggulan.
Kamboja baru mendapatkan poin pertama melalui kesalahan serangan dari kubu Indonesia.
Setelahnya, skuad Garuda terus memberikan tekanan lewat kombinasi serangan yang diperlihatkan Farhan dan Luvi hingga unggul 8-4 pada technical timeout pertama.
Indonesia kembali memperlebar keunggulan menjadi 13-9.
Kamboja perlahan bangkit setelah beberapa kali block mereka mampu menghentikan serangan dari kubu Merah Putih.
Indonesia mampu bertahan dari tekanan dan menutup set pertama dengan kemenangan 25-18 lewat block yang dilakukan Hendra.
Memasuki set kedua, Kamboja mampu menunjukkan mental kuatnya.
Para pemain Kamboja tampil lebih agresif dengan mencetak tiga poin beruntun.
Set kedua dimenangkan Kamboja dengan skor 19-25.
Di set ketiga, Indonesia kembali menemukan ritme permainannya.
Indonesia minim eror, hingga akhirnya mampu menutup set ketiga dengan kemenangan 25-20.
Kepercayaan diri Indonesia semakin meningkat pada set keempat.
Sayang momentum tersebut tidak bertahan lama.
Kesalahan servis dari Luvi membuat Indonesia berbalik tertinggal menjadi 5-6.
Setelah tertinggal 8-10, service ace dari Alfin Daniel mampu membuat Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 10-10.
Lagi, dua kali service ace kembali diperlihatkan Alfin Daniel, Indonesia berbalik unggul 12-10.
Laju poin berhasil dipertahankan oleh Indonesia hingga kedudukan 22-20.
Sempat duel ketat, block dari Tedi Oka menjadi akhir set keempat, Indonesia menang 26-24.
(Tribunnews.com/Isnaini)